Terseret Arus Sungai, IRT Tewas

TERSERET: Jenazah korban saat dibawa ke Puskemas terdekat usai terseret arus sungai Padang Guci, Selasa (10/8).

PAGULIR, bengkuluekspress.com – Sungai Padang Guci Kabupaten Kaur kembali menelan korban jiwa. Kali ini salah satu warga Desa Talang Jawi I Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) bernama Dahmini (75) tewas akibat terseret arus sungai Padang Guci. Korban ditemukan warga sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (10/8). Diduga kuat korban terseret arus sungai saat akan pulang dari kebun.

Tewasnya warga lantaran terseret arus itu dibenarkan Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono S IK MH, melalui Kapolsek Kaur Utara Ipda Guslin Saswondo, menurutnya warga mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dipinggir sungai. Tidak diketahui persis kapan yang bersangkutan pulang dari kebun dan menyebrangi sungai.

“Tidak ada saksi mata melihat korban tenggelam, dia diperkirakan terseret arus sungai Padang Guci pulang dari perkebunan Sengkuang dan menyebrangi sungai,” terang Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, warga mendapati korban sudah meninggal, warga yang menemukan korban yakni Jhon Revaill (35) dan Yadi Susanyo (60) warga Desa Desa Air Kering 2 Kecamatan Pagulir. Korban ditemukan saat sudah terbawa arus sekitar 500 meter dari lokasi penyeberangan dan ditemukan dekat jembatan gantung Air Kering 2.

Diduga kuat korban yang meninggal di kebun ini ingin pulang ke desa untuk membeli kebutuhan pokok, sayangnya lantaran derasnya sungai Padang Guci setelah diguyur hujan semalam membuat korban yang sudah berusia lanjut tak bisa bertahan sehingga terbawa arus sungai padang guci hingga tenggelam.

“Warga melihat ada korban tergeletak saat diperiksa sudah meninggal dan kemudian korban dilarikan ke Puskesmas Perawatan Padang Guci Kecamatan Kaur Utara untuk dilakukan pemeriksaan autopsi dalam pemeriksaan korban mengalami luka memar di kaki, lebam jari ditangan, kening mengalami memar, diduga akibat terbawa arus sungai,” jelas Kapolsek. (618)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*