Tersangka Video Mesum Tak Bisa Diversi

2. Budhi//Bengkulu EkspressTersangka BP yang terlibat dalam kasus persetubuhan anak dibawah umur saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polda Bengkulu beberapa waktu lalu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur berinisial BP terhadap korbannya berinisial M (16) warga Kabupaten Seluma, yang dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Tampaknya tidak bisa mendapatkan diversi (pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana). Meski tersangka juga masih berusia 16 tahun tergolong anak dibawah umur.

Sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), pelaku yang masih dibawah umur bisa diproses secara diversi. Namun berdasarkan prosedur hukum, yang bisa di diversi jika ancaman hukumannya dibawah 7 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno menjelaskan, hingga saat ini proses penyidikan masih berjalan. Berdasarkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka, PP dapat diancam hukuman 15 tahun penjara. Apalagi dari keterangan tersangka, perbuatan tersebut memang sudah dilakukan berkali-kali.

“Jadi proses tetap berjalan cuma memang kalau anak-anak itu kan ada nanti proses di pengadilan. Nanti tergantung dari pengadilan yang memutuskan untuk anak-anak itu ada sepertiga lebih lebih ringan hukumannya. Apakah nanti bisa dilakukan proses lanjut atau tidak karena kita masih memerlukan bukti-bukti pendukung yang lain, kita masih dalam proses lidik,” terang Sudarno, Jumat (21/6).

Ia menjelaskan, sekarang penyidik PPA Polda Bengkulu, masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terkait pengajuan yang disampaikan oleh orang tuanya dan tim kuasa hukumnya.”Dalam beberapa hari kedepan ini pasti hasil dari proses penangguhan penahanan itu keluar nantinya, baru bisa kita sampaikan,” bebernya.

Sementara orang tua tersangka, AA bersama tim konsultan hukumnya sejak kemarin (21/6), sudah mendatangi Polda Bengkulu untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Mengingat anaknya yang masih berstatus pelajar yang bisa membuat anaknya ketinggalan pelajaran sekolah. Hingga saat ini tersangka masih diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Bengkulu. Untuk surat permohonan penangguhan penahanan masih dipelajari penyidik untuk bisa diproses apakah bisa dikabulkan atau tidak. (529)