Tersangka Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk

Bengkulu
IST/Bengkulu Ekspress Tersangka curanmor, DS (21) warga Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah dibekuk jajaran tim Buser Polres Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tim Buser Polres Bengkulu berhasil meringkus satu orang tersangka pencurian kendaran bermotor (Curanmor) lintas kabupaten, yang beroperasi di Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (2/7).

Pria bertato berinisial DS (21), warga Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah itu berhasil diringkus polisi bersama rekannya yang diringkus Polsek Talang Empat, Benteng.

Rekan tersangka itu ditangkap oleh jajaran Polsek Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah. Selain meringkus tersangka, polisi juga menyita barang bukti sepeda motor hasil curian Yamaha Vega R.

“Untuk sementara tersangka ini terlibat curanmor di wilayah hukum Polres Bengkulu, Kepahiang dan Rejang Lebong. Pelaku ada dua orang, satu kita tangkap, satu tersangka lagi ditangkap Polsek Talang Empat,” ujar Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Rooy Noor, Senin (3/7).

Pelaku mengambil sepeda motor milik Roni Saputra (19) warga Jalan Samsul Bahrun, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Jum’at (16/6) lalu. Saat itu korban sedang berada di warung tuak sekitaran belakang BIM.

Korban yang membawa sepeda motor jenis Yamaha Vega R datang ke warung tuak untuk minum tuak. Saat korban selesai minum tuak dan keluar dari warung, korban sudah tidak lagi melihat sepeda motor miliknya. Tidak memerlukan waktu lama bagi polisi untuk meringkus tersangka. Tersangka ditangkap saat berada di rumah kakaknya di Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa tanpa ada perlawanan.

“Pelaku mencuri sepeda motor di salah satu warung tuak di Kota Bengkulu. Korbannya cepat melapor, sehingga kita bisa menindaklanjuti cepat,” imbuh Kasat.

Apakah masih ada tersangka lain atau keterlibatan jaringan curanmor di Kota Bengkulu, Kasat mengatakan ada indikasi ada komplotan curanmor lain. Tidak heran jika polisi masih mengembangkan kasus ini.(167)