Tersangka Calo Honorer Rumah Sakit di Bengkulu Habiskan Uang Korban

Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu, AKBP Witdiardi (Sebelah kiri)

BENGKULU, BE – Tersangka dugaan penipuan perekrutan honorer di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu,
berinisial DAD (28) diduga mulai melakukan penipuan sejak Februari 2020.

Uang milik 42 korban dengan
total Rp 332 juta belum ada yang dikembalikan oleh tersangka DAD pada korban. Semua uang tersebut sudah
dihabiskan tersangka digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Uang para korban belum dikembalikan karena semua uang sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari,” jelas Kasubdit Jatantas AKBP Witdiardi SIK MH pada BE Senin (25/1).

Sejak Subdit Jatanras menerima laporan bulan September 2020, memanggil sejumlah saksi hingga DAD
ditetapkan tersangka. Subdit Jatanras memanggil DAD 2 kali, tetapi DAD tidak datang. Ternyata DAD sudah
mengetahui dirinya telah ditetapkan tersangka. Tak mau ditahan DAD melarikan diri ke Lorok Pakjo, Lebar
Daun, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.

Dalam melakukan aksinya menipu korban, salah satu cara yang dilakukan DAD melakukan transaksi secara
tunai dan membuat surat perjanjian. Ditambah lagi sepengetahuan para korban DAD merupakan pegawai tetap
pada rumah sakti tersebut. Padahal DAD hanya berstatus honorer dan sudah diberhentikan sejak
pertengahan 2020. Dengan cara tersebut sejak Februari 2020 sampai September 2020, DAD berhasil menipu
42 orang.

“Bisa dibilang demikian menggunakan modus tersebut. Korban bisa yakin, karena pada awalnya tersangka
bekerja di rumah sakit. Para korban tahunya tersangka ini pegawai tetap padahal masih honorer,” imbuh
Kasubdit Jatanras.

Saat ini DAD sudah ditahan di Rutan Mapolda Bengkulu. Subdit Jatanras masih menyelidiki siapa saja yang
terlibat dalam kasus penipuan perekrutan honorer rumah sakit tersebut. Meski dari penyelidikan
sementara, DAD mengaku hanya beraksi sendirian.

“Masih kita lakukan penyelidikan ada atau tidak pelaku lain, serta ada atau tidak pihak lain terlibat,”
pungkasnya.

Subdit Jantanras Polda Bengkulu, diback up Subdit Jatanras Polda Sumsel, menangkap DAD pada Jumat
(22/1). Penangkapan tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan Tri Indah Mentari tanggal 4 September
2020. (167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*