Terpeleset di Sungai, Siswa SD Tewas

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress TEWAS: Jenazah korban saat dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU Desa Sukaraja, Kamis (15/6).

TETAP, Bengkulu Ekspress – Para orang tua harus lebih berhati-hati menjaga dan membiarkan anak-anaknya bermain. Jika tidak, bisa berakibat fatal. Seperti kejadian yang dialami Debi Rahman Dika (8), warga Desa Sukaraja Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur. Siswa kelas 1 di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kaur ini tewas karena terpeleset di sungai Air Panas Kecamatan Tetap, kemarin, Rabu (15/6).

“Dia itu (korban) sedang bermain sama teman-temannya di sungai Air Panas. Tapi saat mau menyeberang sungai, ia terpeleset dan kepalanya menghantam benda keras hingga membuat korban tenggelam,” ujar Fitri Purnama Sari (35), saudara sepupu orang tua korban kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (15/6).

Data berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, peristiwa naas yang menimpa anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Razali (45) dan Novi (35) itu sekitar 17.00 WIB di Sungai Air Panas Kecamatan Tetap. Kejadian itu berawal dari korban pada saat itu bersama 4 temannya bermain di sekitar pinggiran aliran sungai panas, dan pada saat itu korban hendak menyeberang melewati jembatan berupa pohon kelapa, dengan maksud ingin mengambil kelapa yang ada di pinggir sungai. Namun naas, saat hendak menyeberang tiba-tiba korban terpeleset hingga tenggelam dan kepalanya terbentur oleh benda keras sehingga mengalami pembengkaan. Mengetahui kejadian tersebut rekan-rekan korban berteriak minta tolong dan korban pun diselamatkan oleh Ajis (40) yang kebetulan pada saat itu sedang mengambil buah kelapa di sekitar kejadian. Lalu korban langsung dilarikan ke Puskemas terdekat, namun karena benturan di bagian kepala cukup parah, selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Kaur. Akan tetapi oleh dokter korban disarankan untuk dirujuk di RSUD Bengkulu, namun sayang, saat dalam perjalan ke Bengkulu tepatnya masih di Bengkulu Selatan, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kalau tenggelam itu tidak lama cuma sebentar, dan yang membuat korban itu meninggal dunia karena benturan di bagian kepala akibat benda keras saat terpeleset itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo S IK melalui Kasat Reskrim AKP Rudy Kosasih Marlin Sembiring SH SIK membenarkan adanya musibah itu. Menurutnya, hasil visum dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Juga korban murni meninggal dunia akibat musibah. (618)