Terpanggang, Lansia Nyaris Tewas

ARY/BE Sima (85) lansia sebatang kara yang menjadi korban kebakaran di rumahnya di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara, saat mendapat pertolongan medis di RSUD Curup Kamis (23/8) kemarin.
ARY/Bengkulu Ekspress
Sima (85) lansia sebatang kara yang menjadi korban kebakaran di rumahnya di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara, saat mendapat pertolongan medis di RSUD Curup Kamis (23/8) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Nasib tragis dialami oleh Sima (85) warga Dusun II Desa Perbo Kecamatan Curup Utara. Sima nyaris tewas terpanggang saat api melalap rumahnya pada Kamis (23/8) kemarin.Akibat kejadian tersebut, korban yang tinggal sebatang kara di rumanya mengalami luka bakar yang cukup serius, dimana hampir seluruh tubuhnya terbakar sebelum akhirnya diselamatkan warga dan dibawa ke RSUD Curup.

Menurut, Romi (40) salah seorang tetangga korban yang ikut mengantar korban ke RSUD Curup, kebakaran rumah yang dialami Sima atau yang akrab disapa Nek Ra tersebut sekitar pukul 12.00 WIB Kamis siang kemarin. Saat itu Nek Ra tengah berada di dalam rumahnya.

“Tadi saya belum tahu pasti siapa yang pertama melihat kebakaran, namun warga sudah ribut teriak kebakaran,” sampai Romi.

Menurut Romi, warga mengetahui rumah korban kebakaran, setelah melihat asap tebal keluar dari rumahnya. Melihat kejadian tersebut warga langsung berusaha menyelamatkan korban karena warga mengetahui jika korban tengah berada di dalam. Warga sempat kesulitan menyelamatkan Nek Ra karena saat itu seluruh pintu dan jendela rumahnya terkunci dari dalam.”Untuk menyelamatkan Nek Ra ini, kami terpaksa mendobrak pintu belakang rumahnya,” sampai Romi.

Saat warga masuk, warga melihat Nek Ra tengah meringkuk tak bisa bergerak, bahkan saat itu kasur tempat Nek Ra tertidur sudah dilalap api, bahkan pakain dan sebagian badannya juga sudah terbakar. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menggendong korban untuk membawanya keluar dari rumah dan langsung membawanya ke RSUD Curup. Sementara itu, warga lainnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Diungkapkan Romi, warga belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut, namun menurutnya kemungkinan besar karena lampu minyak atau lampu teplok milik korban. Karena memang rumah korban belum dialiri listrik.

Menurut Romi, korban memang sudah lama tinggal sendiri di rumahnya. Keluarganya di Desa Perbo sudah tidak ada lagi, sedangkan anaknya juga sudah meninggal, yang ada cuma cucu-cucunya yang tinggal di kawasan Kecamatan Selupu Rejang.

“Nek Ra ini memang sebatang kara, karena yang ada saat ini cuma cucunya, mereka juga tinggal di kawasan Pekan Rabu (Selupu Rejang),” terang Romi.

Lantaran hidup sebatang kara, selama ini Nek Ra hanya bisa mengandalkan belas kasih tetangganya, karena untuk bekerja atau mencari nafkah, sudah tidak bisa lagi. (251)