Ternak Berkeliaran di Komplek Perkantoran

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Kesadaran pemilik hewan ternak di Kabupaten Kaur terbilang masih sangat rendah. Sebab, berbagai operasi penertiban dan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang kerap dilakukan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), belum sepenuhnya ditaati dengan baik. Hal ini masih banyaknya ternak sapi dan kambing yang berkeliaran di kawasan perkantoran Kabupaten Kaur.

“Saya sering nemukan ternak berkeliaran di komplek perkantoran dan jalan raya, nah tadi (kemarin) sapi masuk di halaman kantor taman benika,” ujar Towel (36), salah satu pegawai dinas Kominfo kemarin (15/10).

Pantauan Bengkulu Ekspress kemarin (15/10), masih ditemukan ternak berkeliaran di dikomplek perkantoran ini, tampak gerombolan sapi milik warga berkeliaran dihalaman perkantoran dinas Kominfo dengan bebas mekan rumput dan jalan raya. Hal tersebut dikeluhkan pengguna jalan, kawanan sapi kerap membuang kotorannya di jalanan, hingga merusak pemandangan. Bahkan pernah sapi-sapi itu membuang kotorannya tepat di depan pintu salah satu rumah makan di depan kantor

“Bahaya ini pak kalau tiba-tiba kita tidak lihat ada sapi menyebrang. Seharusnya pemilik ternak harus mengikat sapinya,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Hendri (43), seharusnya pemilik ternak tersebut lebih mematuhi aturan yang ada, agar tidak kemudian memunculkan merugikan bagi pengguna jalan, karena bukan tidak mungkin sewaktu-waktu bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Ia meminta pihak terkait dalam hal ini penegak perda untuk bertindak segera.
“Harus jadi perhatian khusus, karena ini merupakan kawasan perkantoran yang harus steril dari kawanan hewan-hewan seperti sapi dan kambing,” harapnya.



Sementara itu, Kepala Kantor Satpol PP dan Damkar Kaur Jon Harimol Msi melalui Kasi Kasi Ops Sulaiman Efendi SE, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, menjelaskan sebenarnya telah ada aturan yang jelas bagi pemilik binatang ternak kaki empat dan juga sudah ada sanksinya. Juga pihaknya telah rutin menertibkan hewan ternak berkeliaran tersebut.

“Aturannya dan imbuan telah kita terapkan kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ini malas mengandangkan ternaknya. Juga razia ternak ini rutin kita gelar,” tandasnya.(618)