Terlibat Baku Tembak, Bandit Bersenpi Tewas

 

Ary, jenazah pelaku perampokan (1)
Ary/BE. Petugas medis RSUD Curup saat memeriksa jasad terduga bandit yang tumbang setelah dua timah panas milik petugas bersarang ditubuhnya pasca terjadi baku tembak dengan petugas.

CURUP, BE – Aksi tembak-menembak terjadi di Simpang 3 jalan Lawang Agung Sinar Gunung persisnya di tanjakan menuju ke arah Sinar Gunung Kabupaten Rejang Lebong. Ini terjadi saat kepolisian hendak mengamankan terduga bandit yang kerap meresahkan warga. Satu bandit, Dr (27) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) tewas setelah terlibat baku tembak. Dua butir peluru petugas bersarang di tubuhnya.

Kejadian baku tembak sendiri terjadi pada Rabu (11/11) sekitar pukul 09.30 WIB di Sawasangn Desa Lawang Agung. Dua butir peluru yang bersarang tersebut masing-masing menembus rusuk bagian kanan serta satu butir lagi di bagian paha kanan pelaku hingga tembus dan mengenai alat kelaminnya.

Menurut Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto SH SIk melalui Kapolsek Padang Ulak Tanding Iptu Eka Chandra SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Jarkoni SH, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat diketahui pelaku sering meresahkan warga yang ada pasar kalangan Tanjung Agung dan Sindang Dataran dengan membawa senjata api . Dr sendiri memang sudah menjadi target operasi pihaknya selama satu bulan terakhir.

“Untuk pengintaian sudah kita lakukan sejak dua minggu terakhir,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara tersebut.

Menurut Eka, selain Dr, pihaknya juga mengamankan rekan Dr yaitu Jd (34) warga Desa Lawang Agung yang berboncengan dengan Dr serta satu unit motor jenis Honda Revo tanpa nomor polisi yang dikendarai keduanya.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, sebelum terlibat baku tembak dengan petugasnya, petugas unit Reskrim sedang memburu pelaku ke arah Desa Bengko, karena kemarin merupakan hari pasar, dan diduga pelaku hendak melakukan aksinya dikawasan tersebut.

Benar saja, saat melintas di sawangan Desa Lawang Agung, petugas berpapasan dengan Dr dan Jd yang menggunakan sepeda motor. Saat melihat keduanya, petugas meminta berhenti untuk dilakukan pemeriksaan. Namun saat hendak diperiksa tersebut, Dr bukannya menyerah namun memberikan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api dan langsung menembak berkali-kali nya ke arah petugas.

Petugas yang mengendarai kendaraan roda empat langsung menghindar hingga terjadi baku tembak.
Baku tembak berhenti setelah Dr tumbang diterjang timah panas petugas. Sementara itu rekan pelaku, Jd tidak memberikan perlawanan dan langsung menyerahkan diri, setelah diperiksa ditemukan satu bilah senjata tajam jenis pisau.

“Untuk rekan pelaku, saat ini tengah kita amankan guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus ini,” jelas Eka.

Sementara itu, pasca kejadian jasad pelaku sempat dibawa ke RSUD Curup untuk menjalani pemerisaan medis. Sebelum akhirnya diserahkan kepihak keluarga untuk dibawa kerumah duka kemudian dimakamkan.

Sementara itu, terkait dengan jenis senjata yang digunakan pelaku sendiri, Eka belum bisa memastikan jenis senjata apa yang digunakan. Menurut Eka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk memastian jenis senjata tersebut.
“Untuk jenisnya kita belum bisa memastikan apakah ini jenis bareta atau FN,” ujar Eka.(222/251)