Terlambat Urus Surat Rapid Test, Puluhan Penumpang Gagal Terbang

FOTO RIFKY/BE – Calon penumpang pesawat yang gagal berangkat karena tidak mengantongi surat rapid test

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sebanyak kurang lebih puluhan orang terlantar di Bandara Fatmawati atau gagal berangkat dikarenakan keterlambatan mengurus rapid test yang ada di bandara.

Rapid test yang disedikan dekat bandara dinilai belum siap melayani masyarakat, hal ini membuat masyarakat yang menunggu sejak lama mengeluh dan terbawa emosi pasalnya petugas yang melayani hanya dua orang sedangkan masyarakat yang ingin mendaftar rapid tes berjumlah puluhan orang sehingga menyebabkan mereka terlantar dan tertinggal pesawat.

Salah satu penumpang yang gagal berangkat Antonius (43), warga Argamakmur menyesalkan kejadian itu. Pasalnya kurang lebih puluhan orang lainnya sudah mengantri sejak pukul 06.30 WIB untuk melakukan rapid test yang difasilitasi oleh Angkasa Pura yang terletak di halaman parkir bandara.

“Rapid test buka pukul 07.00 WIB cuman dilayani dua orang petugas. Saya antri lama tetapi yang dilayani mereka orang baru datang, tidak adanya nomor antrian membuat pelayanan tidak adil,” ujar Antonius, Senin (29/6).

Antonius mengatakan, ia dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Ia telah menunggu lama namun tidak adanya antrean yang diberikan petugas membuat Ia belum juga kunjung dilayani. Kemudian surat rapid test baru keluar pukul 08.51 WIB sehingga pesawat sudah berangkat ia baru menyelesaikan persyaratan administrasi.

“Kita kecewa, klinik yang disediakan pihak bandara hanya mampu melayani 15 orang dalam waktu 2 jam, sedangkan kita baru selesai pukul 08.51 WIB jadi tertinggal pesawat,” keluhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak maskapai di bandara, Sutrisno mengatakan, pihak maskapai tidak bisa menunda jadwal keberangkatan meskipun beberapa menit dari waktu yang sudah dijadwalkan.

“Masyarakat harusnya sebelum berangkat kan sudah membaca aturan dulu, bahwa calon penumpang jauh hari atau 3 jam sebelum keberangkatan sudah di bandara guna mengurus administrasi gunanya bila terjadi masalah seperti ini bisa diatasi,” jelasnya.

Sedangkan untuk yang berangkat pada penerbangan pagi tadi untuk dewasa 123 orang dan anak-anak ada 1 orang, untuk kapasitas penumpang dibatasi hanya 70% dari jumlah normal 215 kursi.

“Untuk fullnya itu 150 orang sedangkan yang berangkat tadi ada 123 orang dan yang gagal berangkat 10 orang, jadi yang gagal tersebut tiket mereka hangus,” jelasnya. (CW1)