Terkait KBM Tatap Muka, SDN 19 Serahkan ke Wali Murid

Yudistira/BE – SDN 19 di Jalan Jati, Sawah Lebar Kota Bengkulu.

BENGKULU, BE – Keputusan Pemerintah Kota Bengkulu untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada tahun 2021, menjadi sebuah tantangan bagi pengelola sekolah, terutama dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka yang aman dan bermakna. 

Hal itu tentu tidak mudah karena dimasa pandemi, pembelajaran tatap muka harus menjamin keamanan siswa dan guru. Kondisi inilah menjadi salah satu tantangan bagi kepala sekolah untuk mencari solusi terbaik.

Khusus di SDN 19 di Jalan Jati, Sawah Lebar Kota Bengkulu, pihak sekolah sudah mengantisipasi penyebaran covid 19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan dan lingkungan sekolah. Penyemprotan ini dilakukan satu kali dalam dua minggu,  juga tersedia dua tempat cuci tangan di masing-masing kelas, untuk tempat duduk anak murid sudah diberi jarak hingga satu meter.

“Pihak sekolah sudah melakukan rapat Senin 16 Februari bersama Kominfo, dewan guru, satgas, dan babinsa untuk membahas persiapan tatap muka dalam pendemi. Pembelajaran tatap muka di SDN 19 Kota Bengkulu akan dimulai tanggal Senin 22 Februari dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan,”  ujar Kepala SDN 19 Kota Bengkulu, Masyhuri Effendi, Selasa (16/2).

Yudistira/BE- Masyhuri Effendi, Kepala Sekolah SDN 19

Pihak sekolah sudah memberikan surat izin terhadap orang tua anak murid  untuk melakukan pembelajaran tatap muka, apabilah orang tua tidak setuju muntuk melakukan pembelajaran tatap muka. 

Apabila orang tua tidak mau anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka maka anaknya harus belajar secara daring. 

Masing-masing murid dan guru wajib menggunakan masker dan membawa satu masker sebagai pengganti ketika sampai gerbang sekolah. Saat memasuki  lingkungan sekolah murid dan guru harus mengecek suhu tubuh, apabilah suhu tubuhnya tinggi makan tidak diberbolehkan masuk.

Pihak sekolah melakukan sistem genap ganjil. Jika murid berjumlah 30  maka dibagi dua, 15 orang masuk di hari Senin yang 15 orang lainnya masuk dihari Selasa. Jadi murid hanya masuk sekolah tiga hari dalam sepekan dan tiga hari secara daring. Waktu pembelajaran murid hanya tiga jam  dalam sehari. Kelas satu dan dua  mulai dari jam 8.00 WIB sampai jam 10 WIB, sedangkan kelas tiga, empat, lima, dan enam mulai dari jam 8.00 WIB sampai jam 11.00 WIB,” ujarnya.

Setelah pembelajaran tatap muka telah usai murid tidak langsung dipulangkan sampai orang tuanya menjemput anaknya. Hal tersebut untuh memicu kerumunan. (MG.7)