Terkait Aksis Bullying di Ospek Daring, 10 Mahasiswa Unib Diperiksa

Foto Hendrik/ BE – Dekan Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Faisal Hadi saat memberikan keterangan pers ke sejumlah awak media, Kamis (17/9) siang.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Video ospek daring yang berisikan kekerasan verbal yang dilakukan oleh mahasiswa senior Fakultas Teknik (FT) Universitas Bengkulu (Unib) kepada mahasiswa baru diakui oleh mahasiswa senior telah dipotong.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan FT Unib, Faisal Hadi saat memberikan keterangan pers ke sejumlah awak media, Kamis (17/9) siang.

Hadi mengaku, sebanyak 10 orang mahasiswa senior yang melakukan ospek secara daring telah diperiksa. Menurut keterangan dari para mahasiswa tersebut, video yang diunggah di akun Twitter @ababil_kuadrat telah dipotong. Video yang berisikan kekerasan verbal sekaligus tindakan pembullyan tersebut dilakukan untuk memberikan hukuman kepada mahasiswa baru yang dinilai tidak disiplin dan tidak mematuhi intruksi yang disampaikan oleh mahasiswa senior.

“Menurut mahasiswa yang melakukan ospek tersebut, mereka melakukan tindakan tersebut karena ada mahasiswa baru yang tidak disiplin dan tertidur saat kegiatan daring sedang dilakukan,” kata Hadi.

Selain itu, Ia menilai, kegiatan ospek secara daring yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut berjalan cukup baik dan memuaskan mulai dari kegiatan standup comedy, pemberian hadiah, dan kegiatan positif lainnya.

Hanya saja, pada akhir ospek terdapat perlakuan yang kurang baik dilakukan oleh mahasiswa senior. Meski begitu, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh mahasiswa, mereka melakukan itu untuk untuk meningkatkan rasa solidaritas diantara mahasiswa.

“Jadi kata mereka (pengakuan mahasiswa senior) ada mahasiswa baru yang tertidur, kemudian dia diberikan hukuman, itu bukan bullying karena semuanya diberikan hukuman yang sama. Kalau satu orang baru disebut bullying. Jadi solidaritas. Jadi itu sama-sama,” tuturnya.

Meski begitu, Hadi mengaku, telah ditugaskan oleh Rektor Unib bersama dengan Warek III Unib untuk melakukan investigasi terkait video ospek yang berisi kekerasan verbal dan pembullyan tersebut.

Bahkan pihaknya telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika memang mahasiswa senior didalam video tersebut telah melakukan tindakan kekerasan verbal dan bully maka akan diberikan sanksi tegas oleh universitas.

“Kita tidak serta merta percaya dengan keterangan mahasiswa senior, tapi kita akan kumpulkan fakta dan kebenaranya,” ujar Hadi.

Hadi mengaku, akan meminta keterangan dari mahasiswa baru terkait kegiatan yang ada di dalam video dan apa yang menyebabkan mereka harus menerima hukuman dari panitia ospek. Jika hukuman yang diberikan atas dasar untuk mencari kesenangan dan sengaja dilakukan dengan tujuan yang tidak benar maka mahasiswa yang melakukan tindakan tersebut akan diberikan sanksi.

“Jelas nanti akan diberikan sanksi, itu bisa ringan, sedang, ataupun berat, tergantung dari hasil investigasi kita. Tunggu saja,” tutupnya.(HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*