Terjun ke Sungai, Siswa SD Hanyut

TALANG EMPAT, BE- Sudah yang ke empat kali Air Sungai Bengkulu memakan korban, meski korban ketiganya masih bisa ditemukan. Seperti yang terjadi kemarin (6/11) di desa Tengah Padang kecamatan Talang Empat, Indri (8) bin Ropi bocah kelas 2 SDN 1 Talang Empat ini hanyut dibawa arus sungai tersebut lantaran keasyikan mau berenang hingga kemudian tak timbul lagi. Korban hendak mandi di sungai saat tiba di bibir sungai itu bersama ke dua teman korban, Beta (7) bin Mamek dan Anji (7) bin Jamal. Korban saat tiba di bibir sungai langsung melepas pakaian dan melompat ke sungai dengan kedalaman 1,5 meter itu. Setelah melompat, korban diketahui tak muncul lagi, hingga beberapa saat. Kemudian diketahui korban hilang di bawah arus sungai.

Dari keterangan warga Lili (20) warga sekitar korban sebelum kejadian bersama orang tuanya Rofi melayat ke rumah sanak saudara di desa Tengah Padang kecamatan Talang Empat. Di belakang rumah duka itu terdapat sungai Air Bengkulu, korban lantas mengajak ke dua temannya untuk mandi di sungai, kemudian langsung menuju lokasi. “Korban bukan warga sini tapi desa Kembang Seri, cuma main ke rumah sanak keluarga yang meninggal, lantas mandi di sungai bersama temannya, saat mandi itulah korban tenggelam,” kata Lili.
Dari pantauan di lapangan, usai kejadian warga sekitar langsung mencari korban dengan menelusuri aliran sungai menggunakan ketek, rakit tradisional tranportasi batubara. Rakit yang dikerahkan mencapai 5 rakit, namun 2 jam usai peristiwa sekitar pukul 13.33 WIB korban belum kunjung ditemukan. “Warga sejak kejadian sudah menyusuri sungai dengan menggunakan ketek, ada banyak ketek yang mencari, namun belum ada hasil,” kata seorang warga.
Tak lama kemudian 7 personel Brimob tiba di lokasi, dan langsung terjun ke sungai dengan peralatan pelampung yang sudah disiapkan. Brimob pun langsung memasang tali pengaman di masing-masing sisi sungai sebagai pengaman. “Kami hanya membantu, bersama warga, kalau sudah begini agak susah,” kata Simatupang, salah satu anggota tim itu.
Sementara itu, warga Kembang Seri dan sekitarnya tampak menyemut di pinggir sungai Bengkulu menyaksikan warga menyisir sungai mencari Indri. Sementara ibu korban, tampak menangis sedih dikerumuni beberapa saudara lainnya. “Kami bingung anak kami ini belum ditemukan,” ucapnya ditemani keluarga.
Hingga pukul 18.00 WIB, pencarian yang melibatkan anggota Polairud Polda Bengkulu dan Tim Sar belum ditemukan. “Belum. Kami masih di lokasi,” tulis Kepala BPBD, Ir Fairoeszaman melalui pesan singkat. (122)