Terjun dari Plafon, Tsk Curanmor Terkapar

KOTA BINTUHAN, BE – Sat Reskrim Polres Kaur Kaur dan Polsek Muara Sahung terus mengungkap jaringan curanmor di wilayah itu.
Setelah berhasil menangkap 3 tsk curanmor, kemarin pagi sekitar pukul 04.30 WIB tim buser yang dipimpin Kapolsek Muara Sahung, Ipda David Tampubolon kembali menangkap tsk curanmor berinsial DI (30), warga Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung.

Selain itu polisi berhasil menemukan barang bukti sepeda motor Revo Fit milik korban Haidir (40) warga SP 3 Kecamatan Muara Sahung yang 2 bulan lalu dikabarkan hilang.

Informasinya, penangkapan berawal ketika polisi mendapatkan informasi jika pelaku ingin menjual motor hasil curian ke Kecamatan Nasal. Setelah itu pelaku kembali ke rumah mertuanya di Ulak Bandung.

Namun ketika rumah itu digeledah polisi sekitar pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB Jum’at (5/10), pelaku tidak ada di rumah. Tetapi polisi menaruh curiga jika pelaku masih ada di sekitar rumah.

Ternyata benar, ketika polisi melakukan penyisiran di sekitar rumah, termasuk mengecek ke atas plafon rumah setinggi 4 meter, terlihat pelaku sedang bersembunyi di atas plafon.

Saat akan ditangkap polisi, pelaku nekat terjun dari atas plafon. Naas baginya, saat melompat itu pelaku tersungkur sehingga tidak bisa berdiri. Sehingga dengan mudah polisi meringkusnya.

Ternyata setelah diperiksa, pelaku mengaku mengalami “patah” pinggang alias keselo di bagian pinggangnya.
Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Lumban Raja dan Kapolsek Muara Sahung Ipda David Tampubolon mengatakan, DI merupakan tsk curanmor yang ada hubungan dengan HN, AA, dan RO. DI ditangkap karena berawal dia ingin mencari AA untuk bisnis motor hasil curian.

 Terlibat di 20 TKP
Sementara itu, 3 tsk curanmor yang ditangkap 3 Oktober lalu ternyata terlibat di 20 TKP di wilayah Kaur. Seperti halnya HN (25) terlibat di 10 TKP wilayah Kaur Selatan. Diantaranya di Jembatan II Kecamatan Kaur Selatan, pembobolan rumah milik sekretaris BLHDTK Suhadi ST, serta sejumlah warung di wilayah tetap.

Motor hasil curian yang sudah dimodifikasi itu rencananya akan dijual ke Lemong. Namun rencana itu gagal lantaran tertangkap pihak kepolisian.
Untuk AA (17) dan RO (19) terlibat di wilayah Kecamatan Maje dan Nasal sebanyak 10 TKP. AA mempunyai peranan sebagai penunjuk jalan karena hampir semua desa di Kecamatan Nasal dikusainya.

Sedangkan RO merupakan bagian teknisnya yakni sebagai eksekutornya. Lokasi yang strategis yakni Desa Suku Tiga, Air Pahlawan, Gedung Menung, Bukit Indah dan Merpas Kecamatan Nasal. Lalu Desa Linau, Wayhawang, Tanjung Agung dan Tanjung Beringin.

Kemudian dijelaskan dari penyidikan, HN, RO dan AA memang tidak satu paket tetapi punya jaringan masing-masing. HN mempunyai jaringa di Lemong dan Krui sedangkan AA dan RO jaringan ada di Muara Dua Pelembang. Setiap ada hasil curian semua barang seperti motor akan dikirim kepada penadahnya.

“Artinya mereka punya sendiri kawasan, namun siapa dalangnya kita belum tahu. Tetapi sesuai hasil curianya nampaknya mereka spsialis pencuri,” ujar Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja.(823)