Terjepit Beton, Pengantin Baru Tewas

=FOTO 4: TEWAS=
IRUL/BE
TEWAS: Kondisi korban saat menjalani visum di Puskemas Bintuhan, dan Kapolsek Kaur Selatan bersama anggota lainnya saat menunjukan tempat korban tewas terjepit beton, Selasa (26/11).

KAUR SELATAN, BE – Nasib tragis menimpa salah satu pekerja tambak udang yakni Lili Supryadi (27), warga Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pasawaran Provinsi Lampung. Korban yang baru beberapa bulan menikah itu tewas setelah terjepit coran beton pembuangan pintu air limbah tambak udang milik Yulizar atau Ibu Mis di Kelurahan Bandar Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, Selasa (26/11) pagi.

“Korban ini baru nikah beberapa bulan dan istrinya sedang hamil sekitar tiga bulan,” ujar Jasta (42) paman korban yang juga satu kerja dengannya saat ditemui di Puskesmas Bintuhan kemarin (26/11).

Diceritakannya, Lili diketahui bekerja sebagai upah harian lepas dengan gaji sebesar Rp 120 ribu perhari, dengan sejumlah warga satu daerah lainnya di tambak itu sejak 20 hari yang lalu. Pria yang belum lama menikah itu, sedang mengerjakan pembangunan instalasi tambak salah satunya yakni saluran limbah yang sengaja dicor dengan batu ketinggian sekitar empat meter. Namun naas saat Lili bersama dengan ayahnya Surono (45) dan pamannya Maryani sedang membongkar penopang tembok, tiba-tiba tembok sebelah kiri ambruk. Paman dan ayahnya selamat setelah sempat meloncat, sedangkan Lili terjebak dan terjepit.

“Kami satu tim dia (korban bersama dengan ayah dan mamangnya (pamen) sedang melepas penopang coran dengan gergaji tangan, tiba-tiba temboknya ambruk ayah dan saya sempat meloncat namun dia (korban) terjepit,” ujarnya.

Diketahui tim beranggotakan enam orang ini akan membangunkan saluran air penyedotan dan limbah tambak. Salah staunya yakni menurukan pekerjaan pembuatan saluran air yang sudah lam adi kerjakan. Namun diduga tembok yang dibangun sudah miring ditambah dengan tostur tanah yang baru saja disiram hujan membuat tembok tak tahan saat menyangganya dibuka sehingga ambruk.



Akibatnya korban mengalami memar dikepala dada terjepit diduga juga menyebabkan tulang rusuk patah dan sempat terjebak beberapa jam dihimpitan matrial hingga tewas ditempat.“Waktu tembok itu ambrok posisi korban terjepit dan memang tidak bisa keluar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan IPTU Surya R Purnama SH MH membenerkan kecelakaan kerja yang menyebabkan korban tewas ditempat. Dimana lorban sendiri bisa dievakuasi setelah mendatangkan alat berat membongkar matrial bebatuan yang menghimpitnya, sehingga sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban dapat dikeluarkan dari reruntuhan matrial dan dibawa ke Puskesmas Bintuhan selanjutnya kemarin langsung dibawa kerumah duka kecamatan Punduh Pidana Kabupaten Pasawaran.“Kondisinya sudah meninggal dunia, ada beberapa bagian tubuh yang remuk ini penyebabnya kecelakaan kerja, dan untuk jenazah korban sudah dibawa kekediaman korban di Lampung,”jelas Kapolsek. (618)