Terinspirasi Ustad Hanan Attaki

1
1. Endang/Bengkulu Eksress 
Peraih nilai ujian nasional (UN) SMP terbaik se-Provinsi Bengkulu, Bima Fadhila bersama Ibunda Indiana dan kepala SMPN 1 Kota Bengkulu Idiarman MPd saat berfoto bersama di ruang kerja Kepala SMPN 1 Kota Bengkulu, kemarin (25/5).

BENGKULU, Bengkulu Eksress – Bima Fadhila (14), siswa kelas IX SMPN 1 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu berhasil meraih nilai tertinggi ujian nasional (UN) jenjang SMP tingkat Provinsi Bengkulu, tahun ini. Putra kedua pasangan Sugianto dan Indiana, guru SMKN 1 Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu ini, berhasil memperoleh nilai (379.50) dengan dua mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika sempurna (100). Prestasi ini berhasil ia dapatkan terinspirasi dari Ustad Hanan Ataki.

“Saya tidak menyangka bisa juara I,” ungkap Bima membuka perbincangan dengan Bengkulu Ekspress di ruang kepala SMPN 1 Kota Bengkulu Drs Idiarman MPd, kemarin (25/5).

Kepada Bengkulu Ekspress, Bima menuturkan, informasi prestasinya ia ketahui lewat teman-temanya usai bersantap sahur melalui pesan whathsaap. Awalnya ia belum percaya atas informasi tersebut hingga akhirnya ibunya meminta dirinya hadir ke sekolah dan dijelaskan kalau Buma menjadi peraih UN terbaik Provinsi Bengkulu. “Saya memang menargetkan masuk 10 besar, tapi doa saya menjadi urutan 1, Alhamdulilah Allah mendengarkan doa saya,” katanya.

Dibeberkan Bima, selama ini tidak ada pembelajaran yang istimewa yang dilakukannya. Ia hanya mengikuti kegiatan di sekolah, kemudian ikut bimbingan belajar di Ganesha Operasion (GO). Kemudian ia pernah menjadi duta olimpiade sains dari sekolahnya, khususnya mata pelajaran matematika. Dalam pembahasan dan pembedahan soal pada kegiatan itulah mungkin memudahkan dirinya memahami matematika.

Layaknya pelajar lain, saat belajar semangat Bima pun turun naik, namun kedekatanya dengan kakak tingkat yang memiliki prestasi di GO memotivasinya.  ”Kalau mau belajar ya belajar. Kalau tidak mood ya tidak belajar,” katanya.

Bima menyadari cara belajar alajaran yang diterapkan cenderung kurang bersemangat. Meski begitu putra bungsu yang kerap browsing dunia maya memanfaatkan internet untuk peningkatan kemampuanya inu, mencari inspirasi dalam menumbuhkan semangat belajar, lewat ceramah hingga pembahasan soal ujian.

“Saya mendapatkan inspirasi dari Ustad Hanan Attaki, disebutkan kalau mencari mood perbanyak istighfar. Dari sanalah saya mencoba membangkitkan semangat belajar,” imbuhnya.

Bima pun menyampaikan, petuah orang tuanya untuk selalu melibatkan Allah dalam segala hal terpatri didalam hatinya, sehingga dalam segala tindakan ia selalu meminta pertolongan Allah. Pertolongan itu terjawab saat ini. Bantuan itu dirasakan, pasalnya saat ujian ia mengakui hampir tidak bisa menjawab soal-soal yang tingkat kesulitanya tinggi, terlebih matematika.

“Soal ujian sangat susah dan saya ngak bisa jawab. Saya hanya klik-klik saja tidak tahu benar atau tidak. Jadi saya tidak menyangka loh kalau matematika dan bahasa Indonesia bisa nilai seratus,” ujarnya.

Usai tamat dibangku SMP, ia belum memiliki pilihan pendidikan lebih tinggi, ada dua sekolah yang direkomendasikan orangtuanya yaitu di SMKN 1 Kota Bengkulu atau masuk ke SMAN 5 Kota Bengkulu.

Sementara Ibunda Bima Fadhila, Indiana SPd, guru di SMKN 1 Kota Bengkulu, mengaku bangga dengan prestasi anaknya. Dimata sang ibunda, Bima sosok yang pendiam, dan banyak tinggal dirumah, hanya ia cukup aktif didunia maya. Dalam pendidikan akademik, ia pernah menjadi terbaik saat lulus dari SD.

Dalam segi agama, Bima setiap malam tidak lepas dengan salat tahajut (salat malam). Sebagai orang tua ia akan terus mendukung mewujudkan cita-cita Bima melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Disisi lain, Kepala SMPN 1 Kota Bengkulu Idiarman MPd, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress menuturkan, Bima sosok yang supel dan memiliki prestasi. Bima tim olimpiade sejak duduk dibangku kelas tujuh. Walau bukan pelajar yang menjadi juara umum di sekolah, ia selalu masuk dalam sepuluh besar di kelasnya. Atas prestasi itu, ia telah mempersiapkan reward untuk dibagikan pada siswa/siswi peraih nilai UN terbaik di sekolahnya. (247)