Terima Rp 800 Juta, Pemprov Bengkulu Segera Bagikan Insentif Nakes

Foto IST/ BE – Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni beberapa waktu lalu, saat memberikan dukungan dan motivasi langsung ke lokasi isolasi tenaga medis di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) provinsi Bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kabar gembira bagi para tenaga kesehatan (Nakes) yang berjuang langsung menghadapi virus corona jenis baru atau Covid-19. Pasalnya, dana insentif bagi tenaga kesehatan di provinsi Bengkulu yang bersumber dari APBN tersebut sudah ditransfer kas daerah Provinsi Bengkulu.

“Dana insentif untuk Nakes telah kita terima dan akan segera kita bagikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, di Bengkulu, Kamis (23/7).

Herwan menjelaskan, Pemprov Bengkulu telah menerima dana dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 800 juta. Dana tersebut bakal dibagikan dan diutamakan untuk tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Di mana, lanjut Herwan, dana bersumber dari APBN itu akan diberikan kepada dokter spesialis, dokter umum, surveilans di puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, provinsi, dan perawat yang menangani pasien Covid-19 di provinsi Bengkulu.

”Insentif untuk tenaga medis yang dibiayai APBN, saat ini dalam proses verifikasi data yang ada. Kita utamakan adalah para nakes yang menangani langsung pasien COVID-19 yang akan menerima insentif. Tidak semua nakes akan mendapatkan insentif ini karena ini khusus yang menangani pasien PDP dan COVID-19 saja,” ujar Herwan.

Masih kata Herwan, insentif untuk tenaga kesehatan, diberikan berdasarkan kriteria dari pemerintah pusat. Mulai dari tenaga kesehatan di laboratorium yang menjadi rujukan pemeriksaan sampel swab, rumah sakt vertikal, rumah sakit rujukan covid-19. Besaran nilai insentif yang diberikan, jika melihat dari patokan Pemerintah Pusat, untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan analis sebesar Rp 5 juta.

Sementara itu, sambung Herwan, untuk insentif melalui dana APBD Provinsi untuk tenaga relawan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu, dan relawan di laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu.

Di mana secara keseluruhan tenaga relawan didua laboratorium sebanyak 20 orang yakni, 15 orang di Labkesda, dan 5 orang di laboratorium RSUD M Yunus. Sedangkan dari pemerintah kabupaten/kota dapat mensuport melalui dana APBD.

”Pemerintah Provinsi akan memberikan intensif kepada relawan di Labkesda dan lab RSUD M Yunus. Relawan kita patokkan mendapatkan intensif sebesar Rp3 juta setiap orang dalam satu bulannya,” tutup Herwan. (HBN/ADV)