Terdampak Covid-19, Salon Kecantikan Sepi Pelanggan

Laras/BE
Cantique Salon telah membuka kembali usahanya namun masih tetap sepi pelanggan selama pandemi Covid-19

BENGKULU, bengkuluekspress.com-Era new normal sejumlah sektor usaha di Bengkulu sudah mulai beroperasi kembali. Salah satu sektor yang dibuka adalah salon kecantikan. Namun hal ini tak membuat kondisi kembali normal.
Seperti halnya salah satu salon kecantikan di Bengkulu, Cantique Salon yang meski telah membuka kembali usahanya namun masih tetap sepi pelanggan. Salon yang beralamat di Jalan Jati Raya No.05 Sawah Lebar, Kota Bengkulu ini sudah mulai buka kembali 20 Juli 2020 lalu, setelah ditutup selama 3 bulan.

“April sampai Juli saya menutup salon karena tidak ada pelanggan. Dibuka lagi Juli, tapi masih saja sepi pelanggan,” ujar Pemilik Cantique Salon Miftahul Hayrah (23), kepada BE Selasa (1/9).
Mifta mengungkapkan sebelum pandemi corona salonnya tidak pernah sepi pelanggan, setiap hari pasti ada pelanggan yang datang untuk perawatan. Namun selama pandemi hingga new normal ini, seminggu hanya ada 4 pelanggan. “Bahkan terkadang tidak ada pelanggan yang datang,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan masyarakat masih takut untuk keluar rumah dan menggunakan jasa salonnya. Untuk mengatasi hal ini, Mifta memilih fokus pada penerapan protokol kesehatan agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa salonnya aman untuk dikunjungi.
Salonnya telah mengikuti protokol new normal sesuai dengan surat keputusan menteri dalam negeri Nomor 440-830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman corona.

Ia mengharuskan pegawai menggunakan masker, face shield dan sarung tangan. Pegawai juga harus mencuci tangan sebelum bekerja dan membersihkan alat-alat salon dengan cairan desinfektan. “Kami juga mengelap kursi sebelum dan sesudah pelanggan datang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, ruangannya juga di-fogging dengan disinfektan. Begitu juga untuk pelanggan yang datang harus menggunakan masker dan mencuci tangan pakai hand sanitizer atau sabun sebelum masuk ke salon.

“Untuk mengatasi sepinya pelanggan, kami gencar melakukan promosi melaui media sosial dan membagikan brosur ke kampus ataupun tempat wisata,” terang Mifta.

Ia pun mengumpulkan informasi dari negara-negara yang sudah lebih dulu mengalami wabah, seperti China dan Singapura, lalu berusaha meneruskan informasi ke konsumen bahwa pelayanan di salon tetap aman. (Mg6)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*