Terdampak Covid-19, Omset Rumah Makan di Kawasan Unib Turun Drastis

ANGGI/BE – Akibat terdampak pandemi Covid-19, Rumah Makan Padang Fadil di kawasan Unib Belakang ini sepi pembeli.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia berdampak langsung pada pengusaha rumah makan, khusunya di kawasan Universitas Bengkulu atau kawasan Unib Belakang.

Omset rumah makan di kawasan itu menurun secara drastis karena mahasiswa yang menjadi pelanggan, rata-rata pulang ke daerah masing-masing, setelah sebagian besar aktivitas pembelajaran mahasiswa Unib dilakukan secara daring.

Ervan, pemilik Rumah Makan Fadil di kawasan Unib Belakang

Ervan (39), salah satu pengusaha rumah makan di Jalan Wr Supratman Unib Belakang, mengatakan, dimasa pandemi ini penjualannya mengalami penurunan omset yang cukup drastis hingga bisa mencapai 50%.

“Di masa sebelum pandemi omset rumah makan saya bisa mencapai Rp 5 juta, tetapi pada saat pandemi turun drastis hingga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta,” ujar pemilik Rumah Makan Fadil ini, Kamis (19/11).

Diakuinya, penjualan dimasa pandemi seperti saat ini memang cukup berat dirasakan, apalagi sebelum pandemi Covid-19 melanda omset rumah makan memang sudah mengalami penurunan.

Selain itu, kata Ervan, penurunan omset ini disebabkan karena dimasa pandemi seperti saat ini, rumah makan miliknya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seperti membatasi jumlah pelayan yang hanya satu orang dan tidak lagi memperbolehkan pelanggan untuk mengambil sendiri makanan.

“Hal ini juga menyebabkan penurunan penjualan di rumah makan saya, dikarenakan banyak pelanggan yang protes dengan tidak diperbolehkan lagi mengambil makanan sendiri,” ujarnya.

Rudi, pemilik Warung Nasi Bunda

Hal serupa juga dialami pengusaha rumah makan lainnya, Rudi (30) pria yang beralamat di Medan Baru. Dia mengatakan, penurunan omset yang dirasakan memang cukup drastis bahkan pernah mencapai Rp 800 ribu dalam sehari. Padahal sebelum adanya pandemi omset yang ia peroleh bisa mencapai  Rp 6 juta dalam sehari.

ANGGI/BE – Akibat terdampak pandemi Covid-19, Warung Nasi Bunda di kawasan Unib Belakang sepi pembeli.

Sementara  dimasa New Normal ini omset penjualannya mulai kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 2 juta hingga 3 juta dalam sehari.

Rudi mengaku, penyebab utama penurunan omset rumah makan miliknya karena belum normalnya aktivitas mahasiswa di kampus.

“Harapan kedepannya semoga aktivitas mahasiswa kembali lancar, agar penjualan rumah makan kami kembali normal,” tutupnya.(mg2)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*