Terbengkalai, Sub Agrobisnis Tanpa PAD

CURUP, BE – Dinas Koperasi,  UKM, Perdagangan dan Perindustrian
Kabupaten Rejang Lebong mengakui adanya kebocoran Pendapatan
Asli Daerah (PAD).  Yakni pada bangunan puluhan gedung Sub Agrobisnis di
kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang.

“Ada banyak faktor yang mempengarui terbengkalainya puluhan gedung sub Agrobisnis di Kelurahan Simpang Nangka itu,” kata Kabid Perindag Hasmir SH  kepada wartawan, kemarin.

Beberapa diantaranya, sambung Hasmir, kurang maksimalnya Terminal
Simpang Nangka untuk proses transaksi dan hilir mudik kendaraan baik
dari Kota Curup, Bengkulu maupun Lubuklinggau.

  “Terminal Simpang Nangka kurang berfungsi, seharusnya terminal digunakan untuk pemberhentian kendaraan yang masuk dan keluar ke dan dari Curup, sehingga bisa menjadikan gedung Sub Agrobisnis tepat di depan terminal menjadi ramai, namun kenyataanya terminal sepi,” jelasnya.

Untuk itu, perlu adanya pembenahan pada terminal agar terminal tersebut bisa menjadi tempat pemberhentian angkutan yang bisa menjadikan gedung
Sub Agrobisnis berfungsi.  Semestinya, kata Hasmir, gedung Sub Agrobisnis tersebut sebagai tempat transaksi gudang jual beli hasil pertanian dan bumi lainya.  Namun, ia mengakui saat ini hampir tidak ada masyarakat yang minta menempati gedung yang sudah disiapkan tersebut.

“Masyarakat enggan menempati gedung Sub Agrobisnis lantaran dinilai sepi dan kurang menguntungkan untuk transaksi usaha pertanian dan hasil bumi
lainya,” katanya.

Hasmir juga mengaku, masyarakat saat ini banyak lebih memilih membuka gudang sendiri seperti gudang sayur berada di sekitar pinggir jalan dan pasar
yang dinilai ramai dan banyak proses transaksi. “Gedung tersebut memang sebagian milik dinas perdagangan dan sebagian milik Dinas Pertanian, kalau jumlah pastinya lupa, namun seingat saya dibangun tahun 2008 menggunakan dana APBN milyaran rupiah,” akunya. (999)