Terbaik Kedua se-Provinsi Bengkulu

1. Doni/Bengkulu EkspressBupati Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM IPU memimpin langsung rapat Terpra Kabupaten Kepahiang, triwulan pertama tahun 2019.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Realisasi penyerapan anggaran di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, tiga bulan pertama tahun ini cukup baik. Bahkan Kabupaten Kepahiang menempati posisi kedua tinggkat Provinsi Bengkulu. Dengan penyerapan APBD sebesar 16,50 persen.

Dijelaskan Bupati Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM IPU dalam rapat Tim Evaluasi Penyerapan Realiasasi Anggaran (TEPRA) Kamis (23/5), tinggal Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) masuk zona merah. “Tinggal satu OPD rapor merah yakni Dinas PUPR. Jadi secara keseluruhan realisasi serapan anggarna sangat baik. Bahkan kita posisi kedua ditingkat Provinsi Bengkulu kala sama Kaur,” ujar Bupati.

Dikatakan bupati, OPD terkait harus melaksanakan evaluasi kinerja jajaran sehingga lambatnya penyerapan anggaran bisa diatasi kedepannya. Supaya dana Dinas PUPR yang berada di Kasda dapat segera dicairkan dan digunakan sesuai dengan program kegiatan.

“Saya sudah ingatkan juga OPD terkait agar bisa lebih cepat kerjanya, karena kita harus memperhitungkan juga kondisi cuaca, nanti kalau hujan tentunya pekerjaan tidak bisa jalan,” tegasnya.

Menurut Bupati, catatan dari realiasi anggaran 1 Januari hingga 30 April sangat baik. Bahkan 24 OPD masuk dalam rapor biru, karena realiasi anggaran sudah melampaui target. Diharapkan seluruh OPD lainnya bisa mengikuti jejak 24 OPD tersebut, supaya kedepan seluruh anggaran miliki dapat terserap dengan baik. “Ada deviasi nol koma, tentunya masih sangat bisa untuk ditoleransi,” ucap Bupati.

Rapat Tepra digelar di aula Setda Kabupaten Kepahiang, kemarin (23/5), dipimpin langsung bupati, dan diikuti jajaran kepala OPD, diantaranya Dinas Pertanian Hernawan, Plt Dinkes Tajri, BPB Topik dan lainnya. Dalam kegiatan ini, Pemkab Kepahiang mendatangkan Kepala Kanwil Penbendaharaan Provinsi Bengkulu. Untuk menjelaskan soal mekanisme pencaiaran anggaran, agar masing-masing OPD bisa lebih cepat dalam memprosesnya. (320)