Terapkan Absen Sidik Jari

DATA: Bagian operator absen sidik jari sedang mendata Aparatur Sipil Negaa di kantor Bupati agar tersimpan di server, Selasa (16/1).
DATA: Bagian operator absen sidik jari sedang mendata Aparatur Sipil Negaa di kantor Bupati agar tersimpan di server, Selasa (16/1).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bengkulu Selatan dalam waktu dekat segera melaksanakan absen sidik jari. Diperkirakan Senin (22/1) absen sidik jari sudah resmi dimulai. “Insya Allah secepatnya absen sidik jari, Senin sepertinya sudah dimulai,” kata Kabag Umum Pemda Bengkulu Selatan, Budiman Hamid, S.E, MM.

Menurut Budiman, saat ini sudah disiapkan absen sidik jari dua unit yakni dekat tangga di lantai pertama dan di lantai kedua. Sebelum dimulai, kemarin pihaknya mulai mendata para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor Bupati. Mulai dari mendata nama, dan contoh sidik jari. “Hari ini (kemarin, red) kami mulai menginput nama ASN dan sidik jarinya, sehingga saat absensi dimulai, nama dan sidik jarinya sudah terekam di server,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekkab Bengkulu Selatan, Ir. H. Nurmansyah Samid mengatakan, selama ini sudah ada 3 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menerapkan absen sidik jari sejak awal Januari lalu yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perpustakaan dan Arsip dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Dengan segera dimulainya absensi sidik jari di Setdakab, maka ada 4 OPD yang absensinya tidak manual lagi.

“Dengan akan dimulainya absensi sidik jari di Setdakab ini, maka ada 4 OPD yang menerapkan absen sidik jari,” katanya.

Nurmansyah Samid mengatakan, dengan diterapkannya absen sidik jari, dapat memudahkan memantau mana ASN yang malas dan rajin. Sebab dengan absen sidik jari, ASN yang malas tidak bisa merekayasa daftar kehadirannya. Sebab kehadiran juga menjadi penentu Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). “Kalau sudah pakai absen sidik jari, maka akan ketahuan mana ASN yang malas dan rajin datang,” ujarnya.

Nurmansyah Samid menambahkan, agar absensi tidak direkayasa, semua OPD dapat segera menerapkan absen sidik jari. Namun bagi yang masih manual, tetap dibolehkan. Hanya saja kepala OPD harus memantau langsung absensi agar tidak ada ASN yang merekaya absen.

“Bagi yang masih absen manual tidak apa-apa, ke depan saya harap bisa membuat absen sidik jari,” harapnya.

Kepala Dinas Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) Bengkulu Selatan, H. Minarman, SH, untuk menentukan besaran TPP yang akan diterima masing-masin ASN, mulai dari staf, pejabat eselon 4 hingga eselon 2, pihaknya akan membahasnya hari ini. Selain menetapkan besaran TPP, juga akan dibahas jadwal absensi.

“Ketentuan absensi serta besaran TPP yang didapat ASN juga sanksi bagi yang tidak hadir akan kami bahas besok (hari ini red),” ujar Minarman. (369)