Terancam Tak Hadir Dipernikahan Anak Kandung

bustanulBustanul Arifin Dali
Penulis Buku Budaya Serawai,

Mengenal sosok seorang presedium Kabupaten Seluma
Bustanul Arifin Dali beserta 2 rekan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan demo yang berakhir ricuh pada kamis lalu. Mereka meminta DPRD  Seluma untuk tidak menindak lanjuti surat putusan Mendagri terkait pemberhentian Murman Effendi selaku bupati. Namun dibalik itu semua siapa menyangka jika dirinya juga merupakan seorang tokoh presedium pemekaran Kabupaten Seluma ini terpaksa tidak bisa untuk menghadiri akad nikah dan pesta dari anak sulungnya yang akan pada tanggal 6 dan 7 Januari besok. Bagaimana keseharian sesepuh masyarakat Seluma ini,  berikut liputannya.

JEFRIANTO SHum, Seluma

Siapa menyangka jika akan aksi unjuk rasa yang digelar warga berakhir ricuh dan berujung pada penetapan tersangka dan harus mendekam di tahanan Polda bengkulu. Bustanul Arifin Dali kesehariannya aktif sebagai sebagai penulis buku tentang budaya dan seni Serawai terkhusus di Kabupaten Seluma. Tidak sedikit buku telah di hasilkannya seperti buku berjudul Kabupaten Seluma Dalam Problema masyarakat Pedalaman serta yang lebih terkenal dengan Keseniandan budaya seluma.
Koran ini, bertandang kekediaman Dewan Pengawas BMA Kabupaten Seluma ini.
Tampak aktifitas pemasangan tarup dan tenda di pekarangan rumahnya di jalan lintas
Bengkulu- Manna, Kecamatan Seluma Timur.”Bapak sejak tahun 1970 telah menulis buku cerita daerah, di tahun 2001 barulah beliau membuat buku dan hingga saat ini telah 56 buku,” ujar Ramadhan, putra Bustanul Arifin Dali.
Terkait kedatangan saat pesta pernikahan anaknya, keluarganya tidak bisa menceritakannya dan enggan menjawabnya.”Kami memiliki keluarga besar dan sejauh ini telah membesuk ke Polda Bengkulu. Mungkin mereka yang lebih berwenang,” katanya.
Sementara itu, calon mempelai wanita yang merupakan anaknya Lidia Lesawati mengutarakan jika dirinya enggan berkomentar terkait penahanan bapaknya. Bahkan dirinya enggan dimuat dipemberitaan terkait persoalan yang sedang dihadapi keluarganya saat ini.”Kami enggan untuk berkomentar termasuk akan kehadiran bapak di saat pesta esok dan lusa. namun jika bapak yang berkomentar silahkan saja,”terangnya .
Sementara itu, Suardi salah seorang Ketua Forum Koordinasi Kepala Desa Kabupaten Seluma mengungkapkan bahwa sosok Bustanul Arifin Dali merupakan tokoh presedium yang gigih dalam mengaspirasikan suara warga. Namun dibalik gigih dalam penyampaian aspirasi ini dirinya menilai jika yang bersangkutan khilaf dan emosinya tak terbendung. Menurutnya lagi sejumlah pihak menaruh simpatik terkait penahanannya dan sangat segan dan apa yang diucapkannya itu menjadikan acuan oleh sejumlah pihak terutama para sejumlah kepala desa di Seluma.
“Hormat dalam bicara baik itu ucapan dan perilaku kepada sesama pihak. Sejauh ini yang bersangkutan termasuk orang yang gigih dalam pemekaran kabupaten Seluma ini hingga saat ini,”terang Suardi yang juga sebagai Kepala Desa Dusun Tengah, Kecamatan Lubuk Sandi.(333)