Tentara Sulu Kehabisan Makanan, 52 Tewas, Malaysia Tolak Gencatan Senjata

Pasukan Polisi Diraja Malaysia menangkap anggota pasukan Sulu
Pasukan Polisi Diraja Malaysia menangkap anggota pasukan Sulu

LAHAD DATU— Barikade sangat ketat dan operasi bom dari udara membuat gerilyawan Kasultanan Sulu terpaksa bergerak keluar dari Kampung Tanduo, blok 17, Felda Sahabat Lahad Datu.   Mereka kini mencoba menguasai kampung Tanjung Batu dan merangsek ke kampung Tanjung Labian. Namun upaya itu dipergoki pasukan Komando Malaysia.

“Ada upaya bergeser mereka ke Tanjung Batu. Tapi pasukan kita berhasil menjejak para penceroboh ini,” ujar pimpinan Polisi Diraja Malaysia Tan Sri Omar Ismail dalam siding media (jumpa pers) petang kemarin (07/03). Saat terjebak, gerilyawan Sulu berusaha melawan. Akibatnya terjadi kontak tembak.  “Dari lapangan dilaporkan 31 orang dari pihak mereka tertembak. Sedangkan pasukan Malaysia tidak ada yang cedera sama sekali. Alhamdulillah,” kata orang nomor satu di Kepolisian Malaysia ini.

Bahkan, menurut informasi petugas di lapangan, ada seorang berlevel “jendral” yang juga terbunuh. Sejak Operasi yang awalnya disebut Operasi Sulu lalu diganti menjadi Operasi Daulat itu sudah 52 pihak gerilyawan Sulu yang diakui terbunuh. “Ini data sementara. Kita masih on going process untuk dapat memastikan,” katanya.

Pasukan Sulu sekarang, lanjut Inspektur Jendral Sri Omar terjebak di tiga kampung itu, yakni Tanduo, Tanjung Batu dan Tanjung Labian. “Ini radiusnya sekitar empat kilometer persegi,” katanya.

Pasukan Malaysia memang mengambil strategi penyekatan berlapis. Hampir mustahil orang awam mencoba masuk ke tiga wilayah itu. Bahkan, jika harus masuk lewat hutan sawit pun beresiko terkena tembak sniper-sniper pasukan Komando yang sudah berjaga di dalam hutan.

Selama ini, gerilyawan Sulu mengandalkan logistik dari sisa sisa jarahan penduduk Kampung Tanduo yang melarikan diri. Namun, setelah diserang dengan jet tempur, rumah-rumah dan pekarangan di kampung itu hancur. Hal itu ditunjukkan dengan foto foto resmi yang dirilis Tentara Diraja Malaysia.

Meski bisa memperkirakan jumlah korban di pihak lawan, Sri Omar mengaku tak bisa masuk untuk mengambil jasad. “Kita tak dapat keluarkan mayat-mayat itu,” kata polisi kelahiran Kedah itu.

Panglima Tentara Darat Malaysia Jendral Datuk Zulkifli bin Zainal Abidin di tempat yang sama menjelaskan, gerilyawan Sulu terkepung di kawasan yang lebih kecil. “Meski kita bertindak secepat mungkin, tapi kita tetap harus berhati-hati,” katanya.

Dia menyebut, keselamatan perwira atau petugas operasi Malaysia diutamakan. “Jangan tergopoh. We have to take it slowly . Tak apa makan masa sedikit tapi kita bisa elakkan perkara yang tak diinginkan,” katanya.

Zulkifli membantah penggunaan jet tempur untuk melakukan serangan bom mematikan. “Air strike is to neutralize the area,” katanya menjawab pertanyaan jurnalis Malaysia yang bertanya dengan bahasa Inggris.

Dia mengaku sangat berterimakasih atas kunjungan Perdana Mentri Datuk Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak yang meninjau langsung kawasan Felda Sahabat, Lahad Datu kemarin. “Moral anggota dalam kondisi terjaga dan sangat kuat,” katanya.

Kunjungan PM Najib memang disambut sukacita oleh para prajurit. Mereka berebut bersalaman dengan pimpinan tertinggi Malaysia itu. Najib juga merangkul dan memeluk sebagian tentara yang mendekat.

Kemarin, Najib mengumumkan wilayah Sabah Timur sebagai Special Security Area atau dalam bahasa Malaysia disebut sebagai Kawasan Keselamatan Khas. “Lahad Datu akan digunakan sebagai command centre,” katanya.

Daerah keamanan khusus itu meliputi jalur antara Kudat hingga tawau, meliputi Sandakan, Semporna, Lahad Datu dan Kunak. “Akan ada penambahan kekuatan lima batalion lagi,” katanya. Penerapan Kawasan Keselamatan Khas juga pernah diberlakukan Malaysia pada 1972 saat krisis Serawak.

Kemarin seiring kehadiran Najib di Lahad Datu memang tampak kedatangan tentara tentara tambahan yang diangkut dengan bus-bus besar. Mereka langsung menuju kawasan Felda Sahabat.

Najib mengakui telah menerima telpon dari Presiden Filipina mengenai penyataan pihak Sulu yang meminta gencatan senjata. “Saya hendak tegaskan, sikap kita adalah mereka yang mesti meletakkan senjata unconditional (tanpa syarat). Senjata harus diserahkan pada kita,” katanya.

Najib juga menegaskan wilayah Sabah adalah wilayah sah Malaysia. “Kita akan pertahankan Sabah selama-lamanya,” ujarnya disambut tepuk tangan polisi dan tentara yang hadir. Sebelum berkunjung ke Felda Sahabat, Najib juga menerima ikrar kesetiaan dari komunitas keturunan Sulu di Tawau. (rdl)