Tentara Ikut Siaga

BENGKULU,BE – Situasi jelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) diawasi secara ketat. Tak hanya kepolisian yang mengambil sikap siaga I, tentara pun demikian. Ini mengantisipasi jika penolakan rencana kenaikan BBM terjadi gejolak sosial. “Meski siaga I, TNI hanya siap ditempat (Markas). TNI hanya siaga, siap membantu melakukan pengamanan bila diminta Polri,” kata Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Inf Unjuk kekuatan pengamanan demo BBM pun diperlihatkan dalam apel gabungan Polri – TNI di Mapolres Bengkulu, kemarin (27/3). Sedikitnya 100 orang anggota TNI AD dari Kodim berseragam lengkap mengikuti apel gabungan tersebut. Sedangkan Polres Bengkulu mensiagakan sebanyak 350 personelnya. Menurut Danrem pihaknya menyiapkan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) berjumlah 100 anggota dan di setiap Kodim ada 1 SST (Satuan Setingkat Peleton) berjumlah 30 anggota. ” Kita (TNI) akan turun jika sudah diminta Polda Bengkulu. Intinya, dalam mengamankan objek-objek vital negara, TNI tidak mau terlambat dalam menghadapi persoalan unjuk rasa yang mengarah anarkis,” katanya.
Status siaga I ini menurutnya berdasarkan intruksi Panglima TNI. Status ini diberlakukan mulai H-7 menjelang kenaikan BBM dan H+7 sesudah kenaikan BBM. ” Bila situasi keamanan tidak terkendali, maka akan ditingkatkan menjadi siaga II, ini bila situasi sangat genting,” ujarnya. Senada diungkapkan Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK didampinggi Waka Polres Bengkulu Kompol Permadi S Putra SIK serta dari TNI Dandim 0704 Kota Bengkulu Letkol Arsil Tanjung. Langkah apel bersama merupakan bentuk sinergi TNI dan Polisi menjaga situasi kondusif. Namun pengamanan gejolak kenaikan BBM tersebut aparat keamanan tidak diperkenankan membawa senjata api. “Baik tim Intel dan Buser wajib untuk menyerahkan senpinya saat demo berlangsung,” imbuhnya. Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH juga menimpali agar elemen masyarakat dan para pendemo untuk tidak melakukan aksi anarkis. Jika itu terjadi akan merugikan para pendemo itu sendiri dan masyarakat. “Kita tidak melarang aksi demo, namum jangan anarkis karena dapat merugikan kita semua,” pintanya.

105 liter Premium Disita

Di bagian lain 105 liter premium disita Polsek Curup dari seseorang berinisial Rs (35) warga Desa Kampung Delima Kecamatan Curup Timur, Senin malam (26/3). Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK melalui Kapolsek Curup Iptu Bayu PS menerangkan, premium yang diamankan polisi tersebut merupakan hasil laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas dugaan penimbunan BBM. “Hasil pemeriksaan yang kita lakukan, 105 liter premium itu dikumpulkan selama 2 hari, dengan cara mengantre secara berulang-ulang di SPBU,” tuturnya Kapolsek.Di bagian lain, sejumlah SPBU di RL mendapatkan pengawalan ketat aparat TNI dan Polri, baik berseragam lengkap maupun berpakaian preman. Sejumlah anggota TNI bahkan tampak mengatur antrean para pengendara kendaraan di SPBU.

Pemkot Bentuk Satgas

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu juga menyikapi rencana kenaikan BBM. Kemarin (27/3) digelar rapat bersama Forum Komunikasi Pemkot menggelar rapat koordinasi (Rakor) di ruangan Walikota Bengkulu. Hasilnya dibentuk Satuan Kerja (Satgas) BBM yang beranggotakan Disperindag, kepolisian, Satpol PP, kejaksaan, Kesbangpolinmas, dan instansi vertikal.Hadir dalam pertemuan itu diantaranya Kepala BPS Kota Bengkulu Isbullah, Kakan Satpol PP Drs H Teguh A Roni MM, Kadis Perindag H Syafwan Ibrahim, Perwakilan Kesbangpolimas, Kadishub Rufal Mitra, Kajari Bengkulu Suryanto SH, SR Pertamina Misbah Bukhori. “Mulai besok (hari ini) satgas sudah mulai menjalankan tugasnya sampai pukul 00.00 WIB pada tanggal 1 April,” kata Walikota H Ahmad Kanedi SH MH, usai rapat. Satgas tersebut tidak hanya bertugas mengawasi spekulan atau penimbunan BBM, akan tetapi juga mengatasi imbas kenaikan BBM. Seperti kenaikan harga barang di pasaran, mengawasi kenaikan ongkos yang ditetapkan pemilik angkutan kota (Angkot), antisipasi terjainya demontrasi penolakan harga BBM, serta penyeluaran BBM dari pertamina ke semua SPBU.

Pertamina Jamin Stok

Sementara itu, SR Depo Pertamina Bengkulu Misbah Bukhori mengungkanpkan stok BBM di Kota Bengkulu cukup untuk 5 kedepan sehingga kemungkinan terjadinya kelangkaan dapat dihindari. “Stok BBM yang ada di Pertamina saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu hingga hari H kenaikan BBM mendatang,” sampainya. Ia mengatakan, seringnya terjadi kehabisan stok BBM di beberapa SPBU dikarenakan seringnya masyarakat mengantre mengisi BBM. Dengan adanya Satgas ia berharap di SPBU tidak lagi kehabisan stok seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini.(400/111/100/333/999)