Tenggelam 24 Jam, Siswi SD Ditemukan Tewas Mengapung

korban tenggelam

BENGKULU, BE – Setelah terseret arus hampir selama 24 jam, akhirnya siswi SDN 17 Bengkulu Septi Putri Arianti (10), ditemukan mengapung dalam kondisi tewas di pinggir muara Jenggalu atau yang sering di sebut dengan pantai Pasir Putih ujung, sekitar pukul 16.30 kemarin (23/05). Saat ditemukan, jasad korban masih dalam keadaan utuh dengan menggunakan baju warna pink muda dan celana cream. Korban pertama kali terlihat mengapung oleh kakak kandungnya Lio. Saat melihat jasad korban tersebut, Rio langsung berteriak, lalu beberapa keluarga dan juga anggota Basarnas langsung turun ke pantai untuk mengambil jenazah Putri. Jenazah Putri langsung di bawa menuju ke ambulance yang memang telah disiapkan di lokasi. Lalu jenazahpun langsung dibawa menuju rumah duka di Jalan Bandar Raya, tepatnya di dekat SMPN 11 Bengkulu.

“Alhamdulillah ditemukan, kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah turut membantu melakukan pencarian pada Putri. Sekda Pemkot, pak Fahrudin jam 9 malam tadi langsung kesini, kami sangat terima kasih. Untuk pihak Kepolisian, Basarnas, TNI, Kemensos dan semua pihak terkait yang telah ikut membantu, kami juga sangat berterima kasih,” kata paman korban, Wanto Junaidi, kepada BE.

Putri telah dimakamkan ba’da sholat Isya di tempat pemakaman umum (TPU) Talang Kering. Sebab pihak keluarga sudah memutuskan untuk memakamkan korban sesegera mungkin. Tampak hadir di rumah duka ibu Hj Horniaty yang merupakan istri Gubernur Bengkulu yang langsung datang melayat.

Bacakan Yasin

Proses pencarian korban Putri tidak hanya ditempuh dengan tenaga dan melakukan penyelaman ke dasar pantai saja, tetapi juga dilakukan oleh pihak keluarga dengan cara berdoa pada Allah dengan membaca surat Yasin. Bahkan sekitar pukul 11.00 WIB, pihak keluarga langsung naik ke perahu boot milik Basarnas dan membawa surat Yasin tersebut. Karena pihak keluarga percaya dengan dibacakan surat Yasin semua akan lancar. Awalnya, sekitar pukul 10.00 WIB keluarga sudah dibuat histeris dan mulai menangis karena salah seorang penyelam mengatakan telah menemukan korban. Namun ternyata itu hanya bayangan saja dan setelah dilakukan pencarian disekitar area tempat bayangan pink karena korban menggunakan baju pink, sudah tidak ditemukan lagi.

“Iya keluarga membacakan surat Yasin. Setelah dibacakan Yasin ada seperti bayangannya, ternyata bukan,” kata paman korban lainnya, Purnawan saat sebelum korban ditemukan.
Untuk diketahui, Basarnas, BNPB Provinsi, Kemensos, TNI dan Polri serta masyarakat bahu-membahu mencari korban untuk bisa menemukan jasad korban. Bahkan anggota Basarnas menggunakan perahu boot selalu berkeliling untuk mengarungi pantai disekitar korban berenang dan terseret arus. Meskipun pencarian korban butuh waktu yang tidak sebentar, namun anggota Basarnas yang langsung dipimpin Kepala Basarnas Provinsi Bengkulu tidak henti-hentinya mencari keberadaan korban. Mereka bahkan menggunakan perahu boot agar air bisa sedikit berguncang. Dengan demikian harapannya jika jasad korban tersangkut di jembatan yang belum jadi tersebut maka akan bisa lepas dengan sendirinya. Hingga akhirnya korbanpun ditemukan dan terlihat mengapung didasar pantai tidak jauh dari tempat ia berenang.

Pantauan BE dilapangan, tim Basarnas, Polisi dan TNI serta masyarakat bahu membahu melakukan upaya pencarian pada Putri yang tenggelam karena terbawa arus. Pencarian dimulai dari hari Jum’at sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga Sabtu (23/05) pencarian kembali dilanjutkan hingga akhirnya jasad korban berhasil ditemukan.(927)