Tenaga Pendidikan Honorer di Bengkulu Minta Diangkat PNS Tanpa Tes

BENGKULU, BE – Perwakilan Tenaga kependidikan (Tendik) kembali mendatangi Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Kedatangan mereka menyampaikan aspirasi agar segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes melalui dikeluarkannya keputusan Presiden (Keppres).

Para Tendik yang tergabung dalam Guru dan tenaga Kependidikan honorer non Kategori 2 (GTKNK 35+) yang berusia diatas 35 tahun ini diterima untuk melakukan pertemuan di ruangan pelaksana tugas kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Ketua GTKNK 35+, Yusak menuturkan, selain guru honorer, tendik honorer juga memiliki peran yang besar dalam layanan pendidikan. Tendik yang juga terdaftar dalam Dapodik seperti halnya Guru Tidak Tetap (GTT) tak sedikitpun tersentuh dan mendapat peluang dalam Seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Dengan alasan Tendik yang berjibaku dalam administrasi sekolah belum benar-benar diketahui secara luas.

“Kedatangan kami untuk mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait supaya bisa diakomodir” jelasnya.
Ia menduga ada perlakuan berbeda atau tebang pilih dalam pengekrutan P3K. Padahal secara tugas tendik juga berperan dalam kemajuan sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud, Multazam SPd menuturkan, kedatangan para honorer tendik ingin menyampaikan aspirasi terkait tuntutannya, agar diangkat menjadi PNS tanpa tes.
“Ketika tuntutannya ingin diangkat CPNS tanpa tes, ini bukan bukan ranah kita. Disdikbud sifatnya hanya memberi dukungan saja,” jelasnya.

Apakah tidak bisa seleksi PPPK, terkait hal ini Multazam menegaskan tendik memiliki peluang yang sama untuk ikut seleksi secara umum. Hanya saja perekrutan pegawai kontrak diprioritaskan pada tenaga guru yang telah masuk dalam data pokok pendidik.

“Silahkan saja mereka ikut, toh sudah terdaftar dapodik. Jadi tidak ada masalah dalam keikutsertaanya PPPK, namun untuk diangkat menjadi PNS merupakan ranah yang berbeda,” tandasnya. (247)