Tempo 4 Bulan, 199 Kali Gempa

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Intensitas gempa di Bengkulu tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, gempa bumi yang dapat dirasakan getarannya oleh masyarakat adalah gempa dengan kekuatan 4 sampai 5,5 skala richter (SR).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Litman melalui stafnya Mahdi mengatakan sejak Januari hingga April 2018 sudah terjadi 199 kali gempa bumi dengan kekuatan terbesar mencapai 5,5 skala richter (SR).

“Januari itu ada 45 kali gempa yang dirasakan sebanyak 4 kali. Kemudian dibulan Februari ada 56 kali gempa yang dirasakan 1 kali, lalu bulan Maret 62 kali gempa bumi dirasakan 3 kali, untuk April sudah 46 kali gempa yang dirasakan 2 kali,” terang Mahdi.

Dia mengatakan, peningkatan intensitas gempa tak mengkhawatirkan karena magnitudo gempa relatif sama.

“Kalau dibawah 4 SR, tidak dirasakan, karenanya mendeteksi harus menggunakan alat,” kata Mahdi.

Gempa Bengkulu terjadi karena berada di daerah zona subduksi (tumbukan) pertemuan lempeng aktif Indo-Australia dan Eurasia. Sisi Timur Laut Samudera Hindia atau sekira 150 kilometer dari tumbukan pertemuan lempeng bumi. “Ya memang daerah rawan gempa, untuk Kepahiang saja selain dilaut kita juga berada digaris sesar. Kalau di Kepahiang sesar musi menyebutnya,” tutur Mahdi.

Disebutnya, warga masyarakat harus selalu waspada akan terjadi bencana gempa agar dapat bersiap diri jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi. “Warga harus siaga, harus bisa siaga jika terjadi gempa untuk tidak panik dan bisa melaksanakan penyelamatan secara baik,” ucapnya.

Data BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang sejak 2015 lalu, terus terjadi peningkatan intensitas gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu. Tahun 2015 terjadi gempa sebanyak 355 diraskan getarannya sebanya 14 kali, kemudian 2016 meningkat menjadi 391 kali dengan dirasakan 24 Kali. “Tahun lalu makin melonjak dua kali lipat lebih dari tahun 2015 hingga sebanyak 697 dan dirasakan 39 kali, ‘ jelasnya. (320)