Tempati Ruangan Sang Kakak, Tak Mau Terkurung Aturan

Hari Pertama Wagub Sultan B Najamudin

_MG_7817BENGKULU, BE – Wakil Gubernur Sultan Bakhtiar Najamudin kemarin resmi melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor dua di Bengkulu. Hari pertama kerja, Sultan mengikuti pengajian rutin di Sekretariat Pemprov, setelah itu meninjau ruangan kerja yang pernah ditempati kakaknya Agusrin M Najamudin, kemudian mengikuti rapat dengan koordinasi SKPD.
Sultan diketahui datang Pukul 08.00WIB ke Gedung Serba Guna (GSG) Sekretariat Pemprov Bengkulu. Mengenakan kemeja muslim putih lengkap dengan peci, Sultan mengikuti pengajian rutin, yang dilaksanakan sebulan sekali, pada hari Jum’at. Setelah mengikuti pengajian, Sultan didampingi Kepala Biro Administrasi Umum Drs Atisar Sulaiman meninjau ruang kerja. Sultan menempati ruang lantai tiga, ruangan tersebut merupakan ruangan yang pernah ditempati mantan Gubernur Agusrin M Najamudin yang tak lain kakak kandungnya. Tidak hanya ruangan, staf yang bekerja di ruangan sultan merupakan staf yang selama ini melayani Agusrin M Najamudin. Setelah melihat-lihat ruangan kerjanya, Sultan juga mengikuti rapat bersama kepala SKPD.
Rapat tersebut dipimpin  Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, dan diikuti Sekretaris Provinsi Drs Asnawi A Lamat MSi, para asisten, dan kepala SKPD lainnya.
Meski sejatinya Sultan sudah banyak dikenal, tetapi sebagai wakil gubernur baru, dilakukan pengenalan terhadap semua pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu. “Hari ini pertama masuk kantor. Saya mengikuti pengajian dan rapat SKPD, membahas poin-poin penting yang harus dilakukan pemerintah ke depan,” kata Sultan.
Dalam wawancaranya kepada wartawan Sultan meminta maaf jika pelaksanaannya, bakal ada rambu-rambu yang akan dia terobos. “Saya minta maaf kalau cara berfikir saya diluar normatif,” katanya.
Dia mengatakan punya misi untuk mengubah Bengkulu lebih cepat, dengan pemikiran-pemikirannya. “Tapi, jangan dipersepsikan bahwa saya melampui kewenangan saya sebagai wagub,” katanya.
Sebab, dia mengaku harus membawa perubahan pada pembangunan di Provinsi Bengkulu. “Kalau kita diam, berarti kita mundur. Ada tugas-tugas pribadi saya, yang harus dilakukan dengan menyelaraskan  integritas dan kapasitas saya sebagai wagub,” katanya.
Sultan menegaskan, jika dirinya tidak mau terkurung dengan aturan, yang membatasi kewenangannya sebagai wagub. “Saya tidak mau, karena terkurung aturan, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Tambah dia, “Banyak hal yang tidak terkurung dengan aturan, tapi hasilnya baik, misalnya saya harus mengundang pengusaha-pengusaha untuk menanamkan investasinya ke Bengkulu.”
Baru satu hari menjadi wagub, Sultan sudah mengeluarkan gagasannya untuk membangun gapura-gapura besar di pintu masuk Pantai Panjang, Kota Bengkulu. “Inikan menyambut Hari Pers Nasional. Ide saya kenapa tidak membuat momen ini untuk membuat Kota Bengkulu lebih cantik. Misalnya bandara diperbagus, membangn gapura-gapura pintu gerbang pantai, sehingga orang menjadi tahu bahwa ini Pantai Panjang Bengkulu,” katanya.
Dia mengatakan selaku kepala daerah memiliki banyak gagasan. “Namun teknisnya harus dinas terkait yang melaksanakan. Saya inikan orang marketing, jadi saya harus berfikir bagaimana caranya menjual Bengkulu,” tegas Sultan.
Dia mengatakan selama ini yang dikerjakan gubernur sudah sangat baik. tapi, sebagai wagub akan melakukan tambagan-tamabahan.” Saya selalu sampaikan ide-ide dan gagasan yang bagus. Ke depan SKPD saya harapkan terkomunikasi dengan baik,” ujarnya. (100)