Tembakan dan Perang Batu, Warnai Penertiban Bali

RATU SAMBAN, BE – Walaupun aksi balapan liar di Ruas Jalan Raya Cendana tepatnya disekitar GOR dan Stadion Sawah Lebar sudah sering kali ditertibkan polisi, namun sekumpulan anak muda tetap saja membandel melakukan balapan liar diareal tersebut.
Tak mau kalah, anggota Polres Bengkulu pun tak pernah henti menertibkan balapan yang meresahkan masyarakat itu. Malam Minggu lalu aksi balapan liar itu kembali berlangsung, dan sekitar pukul 00.30 WIB Polres Bengkulu kembali melakukan penertiban. Kali ini Polres Bengkulu harus berjuang keras. Pasalnya para pembalap liar memberikan perlawanan menghujani para polisi dengan batu. Hingga penertiban itu pun diwarnai perang batu. Bahkan polisi harus mengeluarkan tembakan peringatan ke udara berulang kali untuk menghentikan lemparan batu itu.
“Memang aksi ini kerap dilakukan oleh pemuda dari luar kota Bengkulu. Mereka tetap ngotot balapan liar, bahkan setelah kita memberikan tembakan peringatan sekalipun.”terang Kapolres AKBP H Joko Suprayitno SST MK melalui Kabag Ops AKP Mada Ramadita SIK yang langsung diwawancarai BE di  TKP
saat penertiban berlangsung.
Selang beberapa waktu kemudian, setelah memuntahkan peluru ke udara, barulah polisi dapat menguasai TKP (Tempat Kejadian Perkara). Sebanyak 76 unit motor berikut para pembalapnya berhasil diamankan. Namun saat polisi mulai masuk ke kendaraan menuju Polres Bengkulu, perlawanan itu berlanjut dari para pembalap yang tidak terjaring. Mereka kembali menghujani polisi dengan batu, sambil menyoraki polisi.  Hingga untuk kesekian kalinya, polisi harus mengeluarkan tembakan peringatan ke udara beberapa kali.
Aksi balapan liar tersebut dimulai dari pukul 22.00 WIB. Aksi sempat terhenti sejenak saat ditertibkan oleh polisi. Namun setelah polisi pergi meninggalkan lokasi, pembalap liar yang tak terjaring kembali melanjutkan adu balapnya.
Dijelaskan Kabag Ops aksi  balapan liar menjadi sorotan publik. Banyak warga meminta Polres menertibkan balapan liar tersebut.  Warga mewarning bila polisi tidak bertindak, warga yang turun tangan langsung menertibkan. Pasalnya warga yang mau istrirahat terganggu dengan suara bising mesin motor dan teriakan para pembalap liar tersebut.
” Kita juga tidak menginginkan warga yang menertibkan. Sebab jika massa yang  turun situasinya tidak akan kondusif, pasti ada tindakan brutal dan aksi anakis disana. Juga bisa jadi ajang balas dendam nantinya, “terangnya.
Sementara itu, 76 kendaraan yang telah diamankan, hinga kemarin masih disita di Mapolres. Hingga 4 bulan kedepan puluhan motor itu tidak akan dibebaskan. Sita kendaraan ini dimaksudkan agar para pembalap liar jera, dengan aksi yang meresahkan dan membahayakan nyawa tersebut.
Informasi terhimpun wartawan BE, ada unsur judi dalam balapan liar tersebut. Sejumlah pembalap atau joki memasang taruhan. Bagi pembalap yang berhasil paling cepat sampai difinish satu putaran, berhak mendapatkan uang taruhan tersebut.  Perjudian ini jugalah yang menjadi salah satu magnet balapan liar diminati para pemuda. (333)