Telusuri Sejarah, Terbitkan Buku Rejang Musi

BukuKEPAHIANG, Bengkulu Ekspress –  Sejarah terbentuk Rejang di Kabupaten Kepahiang saat ini belum diketahui secara persis.  Karena tidak adanya buku refrensi yang mengetahui perjalanan Rejang di Kepahiang. Tentunya sejarah itu patut diketahui oleh generasi saat ini, agar adat istiadat dan budaya rejang sebenarnya tidak ditinggalkan oleh generasi sekarang.

Menyadari akan hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang dibawa  kendali Yuda Rusmansyah akan menerbitkan buku sejarah Rejang Musi atau Rejang

Kepahiang sejak 500 tahun yang lalu. Bukunya direncanakan 280 halaman dan akan diterbitkan sekitar bulan Juni 2017 atau pada pertengahan tahun ini.

Firmansyah, selaku koordinator pembuat buku mengatakan, buku buatan mereka nantinya akan menceritakan tentang perjalanan kehidupan warga Rejang Musi yang merupakan cikal bakal Rejang Kepahiang dari sistem kepemimpinan tradisional di era Tuei Kutei di tahun 1500 hingga 1700.

“Sekarang masih proses pengumpulan bahan, kami membuat sejarah tentang rejang Kepahiang yang dulunya disebut Rejang Musi. Nantinya buku ini akan dijadikan sumber pengetahuan sejarah bagi Kabupaten Kepahiang,” ujarnya.

Kepala Seksi Cagar Budaya Disdikbud Kepahiang ini secara tidak langsung mengklaim buku sejarah Rejang Kepahiang yang mereka buat adalah sejarah Rejang Kepahiang sebenarnya. Berdasarkan sumber acuan penulisan sebagian besarnya bersumber dari data primer atau data diperoleh dari sumber asli atau pihak pertama.

“Refrensi yang kita lakukan sangat jelas, datanya valid berdasarkan penelitian,” ujarnya.

Tim pembuat buku sendiri terdiri dari peneliti diketaui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kepahiang, Yudha Rusmansyah. Sejumlah peneliti dimaksud, Firmasnyah, Hadi Wijaya, Ahmad Nuzuar, Guntur Putra Jaya, Watini, Fazri Wijayanto, dan Sandi Fitriansyah. Penanggung jawab, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Zubir. (320)