Telkom Targetkan Pendapatan Tumbuh 23 Persen

Foto GM Telkom Indonesia Witel Bengkulu, Nugroho Setio Budi
Foto GM Telkom Indonesia Witel Bengkulu, Nugroho Setio Budi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT Telekomunikasi (Telkom) Indonesia memasang target pertumbuhan pendapatan pada 2018 tumbuh menjadi 23 persen atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yang hanya tumbuh mencapai 19 persen. Pertumbuhan pendapatan ini diprediksi akan meningkat seiring dengan meningkatkan target belanja modal Telkom serta penambahan jaringan baru telkom untuk memudahkan layanan pelanggan.

General Manager (GM) Telkom Indonesia Witel Bengkulu, Nugroho Setio Budi mengatakan, Telkom Bengkulu memang telah menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2018 dapat tumbuh 23 persen dibandingkan dengan realisasi 2017 lalu. Target ini meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya mengingat banyak program yang akan dijalankan oleh Telkom Bengkulu sendiri.

“Tahun 2017 pendapatan hanya terealisasi 19 persen, sementara tahun ini kami upayakan meningkat menjadi 23 persen,” ujar Budi, kemarin (25/1).

Guna mewujudkan hal tersebut, Telkom Bengkulu telah menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp. 20 Miliar untuk membiayai ekspansi organik seperti meningkatkan beberapa infrastruktur kabel di Provinsi Bengkulu. Peningkatan infrastruktur kabel tersebut yaitu dengan mengganti seluruh kabel tembaga mejadi fiber optik di seluruh Provinsi Bengkulu dan ditargetkan pada 2018 ini Bengkulu sudah menerapkan fiber optik sehingga hanya dengan satu kabel masyarakat sudah bisa melakukan telepon, menonton tv dan menikmati internet.

“Target kami Bengkulu sudah fiber optik agar masyarakat bisa menikmati layanan telkom hanya dengan satu kabel,” sambung Budi.

Selain menambah target belanja modal untuk peningkatan infrastruktur kabel, Telkom Bengkulu juga akan membantu pemerintah daerah dalam hal mewujudkan Smart City Nusantara (SCN). Pembangunan SCN tersebut diharapkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang baik dari instansi pemerintah maupun BUMD di Bengkulu.

“Kalau SCN bisa segera terealisasi maka masyarakat Bengkulu juga yang akan merasakan manfaatnya,” lanjut Budi.

Tidak hanya merealisasikan SCN, Telkom Bengkulu juga menargetkan 15 ribu pelanggan baru di Provinsi Bengkulu. Target tersebut dilakukan Telkom Bengkulu seiring dengan target nasional yang telah ditetapkan oleh PT Telkom Indonesia yang menargetkan penambahan jumlah pelanggan mencapai 5 juta di seluruh Indonesia.

“Saat ini jumlah pelanggan telkom di provinsi Bengkulu ada 51 ribu, Pada 2018 ini kami menargetkan pertumbuhan pelanggan baru hingga 15 persen,” tutup Budi.

Sementara itu, Analis Buana Capital, Teuku Hendry Andrean mengaku, optimistis melihat prospek bisnis Telkom masih positif di tahun 2018. Prospek bisnis telkom yang positif tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna smartphone setiap tahunnya.

“Tahun ini pendapatan Telkom masih ditopang lini bisnis broadband seiring dengan pertambahan pengguna smartphone setiap tahunnya,” ujar Hendry.

Penambahan pengguna smartphone tersebut nantinya juga akan mendorong pertumbuhan pendapatan data, Internet dan IT Services. Tetapi semua itu tidak terlepas dari perluasan infrastruktur fiber optic dan BTS 3G/4G sesuai arah strategi perusahaan menuju digital company. Oleh karena itu, Hendry menilai Telkom akan mampu meraih target pertumbuhan yang diharapkannya di tahun 2018 ini.

“Telkom akan mampu meraih target melihat pengembangan infrastruktur Telkom yang akan mampu menunjang pendapatan data, internet dan IT service Telkom,” tukas Hendry. (999)