Tekan Kemiskinan Perlu Sinergi

Nopian Andusti
Nopian Andusti SE MT
Sekda Provinsi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Penuruanan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu pada periode September 2017-September 2018 dengan persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 15,41 persen menjadi 14,94 persen dan di perdesaan turun dari 15,67 persen menjadi 15,64 persen patut diapresiasi.

Meski demikian, angka kemiskinan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk diturunkan kembali pada tahun 2019 ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, untuk menurunkan angka kemiskinan itu, pemprov tidak bisa kerja secara sendiri. Tentu harus berjalan secara sinergi bersama kabupaten/kota dalam meralisasi program-program pengentasan kemiskinan.

“Kuncinya sinergi. Kalau semua sinergi, yakinlah angka kemiskinan itu akan terus turun. Baik secara makro maupun mikro diwilayah masing-masing,” ujar Nopian kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (16/1).

Dikatakannya, kemiskinan itu tidak hanya bisa dilihat orang itu bekerja ataupun tidak. Faktanya, orang yang telah bekerja, namun keadaannya tetap juga miskin. Faktornya, karena pendapatannya rendah sementara tingkat konsumsinya tinggi, hingga kondisinya masih dibawah standar kemiskinan. “Upaya kita di tahun 2019 ini, baik itu pemprov, kabupaten dan kota programnya harus pro dengan pengentasan kemiskinan,” tambahnya.



Beberapa program telah disiapkan pemprov, terutama di tiga faktor penting upaya penurunan angka kemiskinan. Yaitu dengan menyelesaikan program infrastruktur dasar, seperti infrastruktur jalan dan jembatan, kesehatan dan pendidikan. Karena jika tiga program besar ini bisa berjalan maksimal, maka upaya pengetasan kemiskinan itu bisa dilakukan. Targetnya, bisa sejajar dengan provinsi lain. “Ini yang menjadi program besar kita untuk bisa diselesaikan tahun ini,” papar Nopian.

Tidak hanya program yang bersumber dari APBD saja, dari pemerintah pusat juga terus digencarkan. Seperti program bantuan pangan non tunai (BPNT), beras sejahtera (rastra) dan program lain untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. “Kita ingin pastikan, program ini berjalan dengan baik, sampai ke masyarakat dengan tepat sasaran,” ujarnya.

Termasuk untuk jaminan kesehatan juga diprioritaskan, semua masyarakat miskin itu bisa mendapatkannya. Programnya melalui jamkesmas, jamkesda dan program kesehatan lainnya. Meskipun konsisi saat ini, masih belum 100 persen diterima oleh masyarakat, namun demikian, Nopian memastikan, secara berangsur masyarakat meskin bisa menerimanya. “Upaya kita semua warga miskin itu dapat semua. Dengan demikian, angka kemiskinan itu berangsur akan turun,” pungkas Nopian. (151)