Tekan Aksi Perampokan, Polda Bengkulu Tingkatkan Operasi

BENGKULU, BE – Menanggapi banayaknya aksi perampokan di beberapa lokasi di Provinsi Bengkulu, jajaran Polda Bengkulu akan meningkatkan operasi melalui anggotanya untuk menekan aksi kejahatan tersebut.

Hal ini disampaikan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs H M Ghufron MM MSi didampingi Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto, ditemui BE, Jumat (30/1) kemarin.

“Saat ini polisi juga tengah marak menangkap pelaku perampokan. Meski begitu, kita akan terus meningkatkan operasi dalam melakukan pengamanan. Kita akan tunjukan keseriusan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bengkulu,” terang Kapolda.

Diakui Kapolda, sejauh ini jajaran Polda Bengkulu masih terkendala sedikitnya jumlah personel yang ada. Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai wilayah yang kondusif dan rendah angka kriminal.

Selain itu, dengan adanya penambahan sebanyak 415 polisi muda di jajaran Polda Bengkulu, Kapolda mengharapkan mereka dapat memberikan konstribusi yang positif dan serta dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan penambahan personel dari anggota kepolisian yang baru,” sampai Kapolda.

Untuk diketahui, aksi perampokan di Provinsi Bengkulu ini memang tak jarang terjadi, seperti yang dialami 3 pemuda warga pasar Kambing, Belakang Pondok, Ratu Samban, Kota Bengkulu. Santoso (22), Sudarmadi (25) dan Rizal (24). Mereka dirampok 3 orang banci (waria) saat melintas di kawasan stadion sawah lebar, Kota Bengkulu, sekira pukul 04.00 WIB, Kamis (21/11) lalu.
Sehari kemudian, aksi perampokan kembali terjadi di kawaasan STQ. Ditempat ini Adi Pembudi (30), warga Jalan Halmahera RT 3 RW 2, Surabaya, Sungai Serut, Kota Bengkulu yang menjadi korbannya. Bapak satu anak ini dirampok dua orang tak dikenal saat melintas di kawasan tersebut, sekira pukul 15.00 WIB, Jumat (23/1).

Akibat kejadian ini korban mendapatkan luka tusukan sebilah pisau di bagian perut sebelah kanan serta lebam di bagian kepaladan kehilangan Rp 18,7 juta yang terletak didalam tas korban juga raib digasak pelaku.

Terakhir, Dais Sudarian (33) warga Cirebon Baru Kecamatan Kabawetan Kepahiang. Ia dirampok saat tengah berisitirahat di jalan lintas Kepahiang-Curup, tepatnya diarea sawangan desa Pagar Gunung Kecamatan Kepahiang, sekira pukul 11.30 WIB, Kamis (29/1). Akibat kejadian ini, korban mengalami luka parah dibagian pergelangan tangannya.(135)