Ditegur Ibu, Gadis Kabawetan Gantung Diri

Buku diary yang berisi catatan teraakhir korban sebelum mengakhiri hidupnya JPGKABAWETAN, BE – Gadis Kabawetan, Mawar (15) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Aksi nekat yang dilakukan siswi kelas IX SMP, warga Desa Suka Sari Kecamatan Kabawetan ini dilakukannya di dalam kamarnya sendiri, Jumat (25/1) dini hari.
Aksi nekat dilakukan korban sekitar pukul 03.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Warna (34) yang kebetulan bangun ketika itu bermaksud memasak di dapur.

Saat melintas di depan kamar korban, sang ibu melihat kamar tersebut gelap gulita. Tak seperti biasanya, kamar selalu diterangi lampu. Lantas warna menjadi curiga, lalu masuk ke dalam kamar. Alangkah terkejutnya sang ibu itu, didapati anaknya sudah dalam kondisi tak bernyawa dalam posisi tergantung dengan kain panjang di atas tempat tidur.

“Waktu itu seperti biasa saya mau masak nasi sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian melihat kamar anak saya itu lampunya mati, saya langsung masuk dan melihat anak saya sudah begitu (tewas, red),” tutur Warna berlinang air mata, nampak menahan kesedihan yang tiada tara itu ketika melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kabawetan.

Menurut Warna, dirinya tidak memiliki firasat apapun terkait ulah nekat yang dilakukan anak perempuannya itu. Namun diakuinya, sehari sebelum itu, dirinya memang sempat menegur Mawar agak keras supaya tidak lagi keluyuran bersama sang teman-temanya.
“Sore hari sebelum kejadian anak saya tersebut pergi bersama teman-temanya. Pas dia pulang memang sempat saya tegur karena pulangnya agak kesorean,” kenang ibu itu pilu.

Kapolres Kepahiang, AKBP Sudarno SSos MH melalui Lakhar Polsek Kabawetan, Ipda Agustan membenarkan peristiwa ini. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Selain kita mengamankan selendang yang dipakai korban untuk bunuh diri, kita juga mengamankan buku catatan milik korban (diary,red). Isi diary tersebut menceritakan tentang kekesalanya atas teguran yang dilayangkan oleh sang ortu karena korban sempat pergi bersama dengan temanya,” jelasnya.

Sementara itu, jenazah korban kemarin langsung disemayangkan di TPU desa setempat. Orang tua korban Solahudin ( 38) dan Warna (34) yang sehari-harinya bekerja sebagai petani nampak begitu shok atas peristiwa musibah tersebut. (505)