Tebar Pesona, Cakada Sengaja Gonta-Ganti Balon Wakil untuk Giring Dukungan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Calon Kepala Daerah (Cakada) di Provinsi Bengkulu sengaja menebar pesona dengan memasang banyak bakal calon (Balon) wakil khususnya untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu. Hal itu diungkapkan pengamat politik Universitas Bengkulu (Unib) Drs. Azhar Marwan M.Si, Jumat (12/6).

“Walau peta politiknya saat ini, belum ada satu Parpol pun yang menetapkan dukungannya. Namun kandidat banyak tebar pesona dengan gonta-ganti pasangan,” ungkap Azhar saat dihubungi Bengkuluekspress.com via telepon, Jumat (12/6).

Dijelaslan Azhar, ini sengaja dilakukan oleh kandidat karena merupakan bagian dari strategy display untuk merespons publik sekaligus menggiring arah dukungan Parpol.

Ada banyaknya gambar kandidat terpajang bergonta-ganti pasangan seperti Agusrin-Izda, lalu Agusrin-Imron, Agusrin-Leny John Latief, lalu ada Helmi-Muslihan, Helmi-Dedy Ermansyah, Helmi-Horniaty dan yang lainnya. Sementara, hanya petahana Gubernur Dr H. Rohidin Mersyah saat ini konsisten dengan dua nama bakal pasangan yaitu Rohidin-Rosjonsyah atau Rohidin-Ferry Ramli.

Saat ini, lanjut Dosen Fisip Universitas Bengkulu itu, sudah mulai mengerucut pada tiga nama kandidat balon serta puluhan nama bakal Cawagub. Tetapi belum ada satupun partai politik yang menetapkan arah dukungannya.

Azhar menilai, hal itu juga karena di Bengkulu parpol pemilik kursi DPRD Provinsi sendiri nampaknya juga masih gamang, antara ingin melakukan koalisi dengan mengusung kader terbaiknya atau mencari sosok yang akan diusung diluar kadernya.

“Dari tokoh yang muncul saat ini seperti Rohidin Mersyah merupakan petahana pemilik 7 kursi di DPRD Provinsi. Lalu Helmi Hasan Ketua DPW PAN Provinsi dengan raihan dua kursi DPRD. Dan Agusrin, walau kita belum tahu partai mana yang akan menjadi pengusung beliau. Hal inilah yang menjadi penyebab mayoritas Parpol di Bengkulu masih galau, apakah member kesepatan pada tokoh non kader atau memaksakan kadernya untuk maju,” paparnya.

Ditambahkan Azhar, dengan mundurnya tahapan pelaksanaan Pilkada serentak yang seyogyanya dilaksanakan tanggal 23 September kemudian berubah jadi tanggal 9 Desember 2020 ini, peluang kandidat Paslon untuk maju hanya tinggal menggunakan perahu Parpol. Karena jadwal untuk pendaftaran jalur independen atau perseorangan telah usai.

“Dari draft PKPU yang dibahas kemarin, nampaknya harapan kandidat untuk maju tinggal dengan menggunakan jalur Parpol. Dengan total jumlah 45 kursi DPRD Provinsi Bengkulu yang dimiliki oleh 13 Parpol dan prediksi saya bisa saja nanti head to head seperti Pilgub tahun 2015 lalu, ataupun tiga pasangan calon,” tutup Azhar. (HBN)