TBS Sawit Murah, Kredit Macet di Bengkulu Meningkat

Foto/Hendrik bengkuluekspress.com Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yan Syafri, saat diwawancarai Bengkuluekspress.com
Foto/Hendrik bengkuluekspress.com Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yan Syafri, saat diwawancarai Bengkuluekspress.com

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bengkulu, paska lebaran Idul Fitri 2017. Berdampak pada akhir Agustus mendatang jumlah kredit macet disektor kredit pertanian dan perkebunan diprediksi meningkat.

“TBS murah, maka non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah akan meningkat dan terlihat diakhir Agustus,” terang Yan Syafri kepala OJk Perwakilan Bengkulu kepada Bengkuluekspress.com, Rabu (11/7/2018).

Yan mengatakan, NPL rasio disektor kredit pertanian dan perkebunan pada akhir Agustus meningkat sekitar 0,1- 0,2 %. Sementara nilai Rasio pada perhitungan terkahir dari Desember hingga April diangka 1,87 % disektor Kredit pertanian dan perkebunan.

“Untuk perhitungan angka rasionya kita belum tahu pasti. Karena, perhitungan NPL terlihat jika pembayaran angsuran lebih 3 bulan tidak membayar,” ucap Yan.

Yan menambahkan, peningkatan yang diprediksi dinilai wajar. Jika harga TBS pada bulan depan stabil maka NPL bisa saja tidak meningkat dan juga pengajuan pinjaman disektor kredit perkebunan dan pertanian terbilang rendah karena rata-rata pinjaman sekitar Rp 25- 50 juta.(HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*