Tawuran, 4 Pelajar Diamankan

ASRI/Bengkulu Ekspress
DIAMANKAN: Empat pelajar sempat diamankan di Mapolsek Kota Manna lantaran tawuran di belakang sekolah, Selasa (22/1).

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress– Empat pelajar di Bengkulu Selatan (BS) yakni 3 pelajar SMP dan 1 pelajar SMA sempat diamankan di Mapolsek Kota Manna. Pasalnya mereka terlibat perkelahilan di sekolah yakni di salah satu SMPN di kawasan Pasar Manna.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Kota Manna, AKP Tasrin SH didampingi Ka SPK, Aiptu Santono mengatakan, ke-4 pelajar yang diamankan tersebut yakni Lu (15), Ri (14), Ok (15), ke-3 nya pelajar SMP yang sama. Kemudian Pa (17) pelajar salah satu SMA di Bengkulu Selatan. Ke-4 pelajar ini diamankan karena diduga tawuran di belakang salah satu SMP di Kecamatan Pasar Manna. “Hanya mereka yang berhasil amankan untuk dimintai keterangan, sedangkan yang lainnya masih kabur,” ujarnya.

Pengamanan tersebut, sambung Santono, lantaran pihaknya mendapat laporan dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar, jika ada pelajar tawuran bahkan ada yang membawa senjata tajam (sajam). Ditambah lagi saat itu ada dua pelajar yang terluka yakni Ok mengalami luka lengan tangan kiri dan Ri, luka pelipis kiri. Luka yang dialami kedua pelajar ini diduga kena sajam yang dibawa lawan mereka.

“ Lawannya kabur semua, namun besok (hari ini red), semua akan kami panggil untuk dimintai keterangan bersama orang tua mereka, sebab indentitas yang kabur juga sudah kami kantongi,” Beber Santono.

Ri, mengaku saat itu dirinya dan temannya terlibat tawuran, lantaran temannya Wi (15) di keroyok Fe dan rekannya. Sehingga dirinya dan Lu ikut membantu Wi. Akibatnya pelipis kirinya diduga kena sajam hingga mengeluarkan darah.“ Saat itu teman kami dikeroyok, kami hanya membantunya,” ujar Ri diamini Lu.

Adapun pengakuan Pa, dirinya tidak ikut terlibat dalam tawuran tersebut. Saat itu dirinya datang ke sekolah tersebut karena dijemput adiknya, Lu. Sehingga saat sampai di lokasi, dirinya ikut diangkut Polisi.“ Saya tiba di lokasi, keributan sudah tidak ada lagi, saya datang karena diberi tahu adik saya, jika dirinya dipukuli orang,” imbuhnya.

Sedangkan Ok, yang mengalami luka pada lengan tangan kiri, mengaku tidak ikut tawuran tersebut. Hanya saja saat itu dirinya melintas dari kanting hendak ke ruang kelas, tiba-tiba tanganya terkena benda tajam hingga terluka dan mengeluarkan darah.“ Saya hanya melintas di lokasi tawuran, hingga mengalami luka,” ujarnya.

Ri menambahkan, awal dari tawuran tersebut yakni sebeluknya temannya Wi dan Fe terlibat keributan Senin (21/1) saat upacara bendera, saat ini keduanya sudah kabur. Namun saat itu sudah didamaikan oleh pihak sekolah. Lalu saat jam istirahat kemarin, sekitar pukul 09.30 WIb terjadi lagi keributan, Fe dibantu 3 rekannya yakni Ar (15), Ji (15) dan De (15). Melihat temannya di keroyok Fe Cs, dirinya datang membantu Wi, karena tidak terima temannya di keroyok. “Kami hanya datang membantu teman kami yang dikeroyok,” imbuhnya. (369)