Tarzan : Seniman Paling Mudah Kenal Narkoba

TERTANGKAPNYA Kabul Basuki alias Tessy menambah daftar panjang anggota grup lawak legendaris Srimulat yang terjerat kasus narkoba.

Doyok, Polo, dan Gogon, sebelumnya  sudah berurusan dengan aparat kepolisian dalam kasus penggunaan barang haram tersebut.

Doyok tertangkap tahun 2000 silam. Pria bernama asli Sudarmadji itu merasakan dinginnya penjara selama satu tahun.  Polo tahun 2000 dan divonis penjara selama tujuh bulan.

Tak jera, pada 2 Juni 2004 ia kembali di grebek oleh anggota Polsek Kramat Jati dan divonis 1,5 tahun. Namun, pada Mei 2005 dia sudah bebas.

Gogon pada 2007. Pelawak dengan ciri rambut mohawk ini harus mendekam di penjara selama empat tahun.

Tessy pada 23 Oktober 2014 di Kampung Rawa Bugel No 1, Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara.

Toto Muryadi atau lebih dikenal dengan panggilan “Tarzan” merasa prihatin. Pria kelahiran Malang, 24 April 1945 yang aktifis Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) sekaligus pentolan Srimulat itu mengaku malu, merasa tak bisa menyelamatkan sahabatnya itu.

Berikut wawancara wartawan JPNN Vania Rahmayanti dengan Tarzan melalui sambungan seluler, Minggu (2/11).

Fenomena narkoba di kalangan artis khususnya pelawak, tanggapannya?
Ya sedih tidak bisa selamatkan sahabat. Ya malu juga sebagai anggota Granat belum berhasil membawa teman-teman jauhi narkoba.

Apa sudah ada upaya yang dilakukan Granat selama ini?
Sebenernya sudah ya dari granat itu sudah melakukan pengarahan terhadap artis terutama sahabat-sahabat saya itu. Bahkan dulu sebelum saya bergabung (Granat) itu juga sudah ada seperti itu. Saya sama teman-teman yang lain sebenarnya sudah ada modal tahu tentang bahaya narkoba karena penataran yang diberikan itu. Tak hanya itu, Granat juga sudah ke berbagai kota di pelosok-pelosok buat pengarahan yang sama jadi bukan hanya untuk kalangan artis saja.

Biasanya pengarahan seperti apa?
Ada salah satu anggota Granat yang dikirim ke Malaysia untuk mempelajari berbagai hal mengenai narkotika itu sendiri dan saat dibuat pengarahan biasanya tentang bahaya narkoba sama pencegahannya.

Mulai tergerak untuk bergabung kapan?
Ya, itu pas Polo tertangkap. Kan Doyok dulu ya baru Polo kalau tidak salah sekitar tahun 2000-an lah kemudian kan tertangkap Gogon ya sama yang sekarang ini Tessy semoga ini yang terakhir.

Motivasi utama untuk bergabung apa?
Ya ingin membuktikan lah kepada masyarakat kalau nggak semua pelawak seperti itu (pakai narkoba). Dengan masuknya saya ke Granat ini juga saya maunya mengajak generasi muda khususnya sahabat-sahabat saya di kalangan seniman untuk tidak coba-coba kenal barang haram tersebut.

Ada pencapaian yang ingin segera diraih?
Ya itu maunya bawa semua sahabat jauh dari narkoba. Pengen buat sadar dari kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, Doyok, Polo, Gogon sudah tertangkap kok diulangi lagi berarti kan tidak belajar dari yang lalu. Yang pertama mungkin dapat hikmahnya. Kalau sampai diulangi terus ya mungkin karena lama-lama hikmahnya ilang, sudah tidak ada saya rasa itu hikmahnya.

Apa yang selalu diingatkan untuk para sahabat?
Ya, itu pergaulan. Luar biasa sekali kan pergaulan itu bisa berpengaruh besar toh. Gaul sama yang wangi ya jadi wangi, begitu juga sebaliknya. Apalagi kita para seniman memang saya akui pergaulannya tuh paling mudah untuk mengenal narkoba.

Jadi saya selalu ingatkan hati-hati kalau bergaul bukan berarti melarang mereka untuk memperbanyak kenalan tapi asal punya benteng kuat saja.

Dari kejadian ini, apa ada pesan sebagai anggota Granat?
Buat siapapun jangan coba-coba deh. Kalau tetap nyoba dan tertangkap baru deh bilang korban. Jangan lah seperti itu, itu sebenarnya bukan korban, toh dia tahu bahayanya berarti dia mengorbankan dirinya sendiri. Katanya juga kan kalau sudah coba biasanya sulit lepas itu. Jadi sudah tahu api, ya jangan dipegang. (Mg1/jpnn)