Tarif PDAM di Rejang Lebong akan Disesuaikan

Direktur PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong, Orin Retnowati ST MT.

CURUP, bengkuluekspress.com– Lantaran penerimaan dari penjualan air yang dilakukan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong belum mampu menutupi biaya produksi. Manajemen PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong akan melakukan penyesuaian tarif.
“Saat ini tarif yang kita berikan masih sangat murh yaitu hanya sebesar Rp 1.150 per kubik,” terang Direktur PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong, Orin Retnowati ST MT.
Tarif PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong tersebut, menurut Orin lebih rendah dari tarif beberapa PDAM di Provinsi Bengkulu seperti di Kabupaten Bengkulu Utara tarif yang dikenakan yaitu sebesar Rp 2.700 per kubik dan di Kota Bengkulu sendiri sebesar Rp 2.900 per kubik. Dengan melihat perbandingan tarif tersebut, maka menurutnya PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong akan berencana melakukan penyesuain tarif.

Penyesuaian tarif yang dilakukan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong tersebut, menurut Orin sesuai dengan Permendagri nomor 71 tahun 2016 yang diubah dengan Permendagri nomor 21 tahun 2020 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum.
“Dalam penyesuaian tarif ini, kita berencana menjadikan tarif kita menjadi Rp 2 ribu per kubik,” terang Orin.
Tarif sebesar Rp 2 ribu per kubik tersebut, menurut Orin masih dibawah biaya ekonomis atau full cost recovery (FCR) sebesar Rp 4 ribu per kubik.

Disisi lain, Orin juga mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif yang akan dilakukan oleh PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong tersebut, menurutnya juga karena masih besarnya jumlah tunggakan pelanggan PDAM Tirta Dharma yang secara keseluruhannya mencapai Rp 7 miliar. Jumlah tunggakan tersebut, menurut Orin merupakan akumulasi tunggakan dari tahun 1982 hingga saat ini dan tidak mengalami pengurangan.
“Dari total 14.400 pelanggan kita, yang rutin membayar setiap bulannya sekitar 81 persen,” papar Orin.
Dalam upaya mengurangi jumlah tunggakan pelanggan tersebut, Orin mengaku sejumlah upaya telah dilakukan oleh PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong mulai dari melakukan penagihan langsung kerumah-rumah pelanggan yang menunggak atau bekerjasama dengan pemerintah desa dalam hal ini kepala desa.
“Kami berharap kesadaran pelanggan untuk membayar tagihan setiap bulannya terus meningkat, karena ini penting selain untuk mencegah pemutusan jaringan juga untuk mendukung operasional PDAM Tirta Dharma,” demikian Orin.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*