Tarif Parkir Segera Naik

Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Salah satu target Pemerintah Kota Bengkulu yang akan dicapai yakni menaikkan tarif/retribusi parkir. Pasalnya, setelah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) diserahkan ke dewan, pemkot optimis raperda ini bisa disetujui, menginggat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat besar dihasilkan dari sektor parkir.  “Insya Allah akan disahkan,” kata Wakil Walikota, Dedy Wahyudi SE MM, kemarin (25/3).

Menurutnya, kenaikan tarif parkir ini cukup menggiurkan, sebab jika selama ini dengan tarif mulai dari Rp 1000 per motor hanya mampu menghasilkan Rp 4,3 miliar per tahun, maka jika dinaikkan mulai dari Rp 2 ribu per motor maka kelipatan PAD yang dihasilkan mencapai Rp 8 miliar per tahun. Hal ini sejalan dengan komitmen dan upaya pemkot untuk menstabilkan APBD kota.

“Target kita ke depan dengan dinaikkan 100 persen, maka normalnya bisa mencapai Rp 9-10 miliar per tahun,” jelasnya.

Menurutnya, daripada Rp 2 ribu menjadi pungli oleh jukir maka lebih baik dimaksimalkan untuk dimasukkan ke PAD. Saat ini jumlah titik parkir ada 600-an titik terbagi di 12 zona. “Parkir kita masih Rp 1.000h, tapi fakta di lapangan uang pecahan Rp 1000 tidak ada lagi, yang dipungut petugas itu rata-rata Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 3-4 ribu untuk mobil,” ungkapnya.



Untuk diketahui, revisi Perda Parkir ini merupakan usulan dari pemkot yang saat ini sedang dilakukan pembahasan di DPRD kota. Pihaknya optimis usulan tersebut bisa segera disahkan sehingga target PAD bisa cepat didapatkan tahun ini.

“Insya Allah nanti bisa mencapai angka Rp 15 miliar, itu target kita karena target pasti naik terus,” pungkasnya.

Revisi perda ini seiring dengan keluarnya perwal mengenai pengelolaan retribusi parkir, sebab ke depan pengelolaan parkir ini tidak lagi di bawah naungan Dinas Perhubungan (Dishub) tetapi dialihkan ke Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).  “Perwal terbaru teknis pemberian Surat Perintah Tugas (SPT) itu oleh Dishub, tetapi sistem keuangannya ada di Bapenda, jadi sama seperti PBB,” imbuhnya.(805)