Tarif Angkutan Diatur Operator

BENGKULU, BE – Tarif angkutan umum dalam wilayah Provinsi Bengkulu pada lebaran tahun 2012 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diatur oleh Dishubkominfo Provinsi Bengkulu, namun tahun ini akan diatur oleh operator atau pengusaha jasa angkutan. Jika lebaran sebelumnya kenaikan ongkos menggunakan istilah tuslah, namun tahun ini menggunakan tarif batas atas dan batas bawah yang ditentukan oleh pengusaha jasa angkutan dan disetujui oleh pemerintah dalam hal ini Dishubkominfo Provinsi. “Mengenai pengaturan ongkos atau tarif angkutan mulai tahun ini tidak lagi diatur langsung oleh Dishubkominfo provinsi, akan tetap diatur sendiri oleh organisasi Organda yang disetujui pemerintah daerah,” kata Kabid Darat Dihubkominfo Provinsi, Sanuludin SH, kemarin. Ia menjelaskan peraturan kenaikan ongkos pada hari raya Idul Fitri atau hari lebaran tersebut berdasarkan undang-undang terbaru dari Kementerian Perhubungan RI. Dengan demikian, maka pemerintah tidak dapat menentukan langsung kenaikan tarif angkutan, melainkan hanya bisa menyetujui menggunakan batas atas dan batas bawah bagi angkutan kelas non ekonomi. “Organisasi Organda itukan telah menetapkan tarif atas dan tarif bawahnya setiap daerah tujuan, jadi pada lebaran Organda bisa menggunakan tarif termahal atau tarif terendah, atau bisa juga menggunakan tarif pertengahannya,” terangnya.

Sementara waktu mulai berlakunya tarif tersebut maish seperti tahun sebelumnya, yakni 7 hari sebeum hari H dan 7 hari setelah hari H, artinya masa kenaikan tarif ini berlaku 14 hari. Mengenai penrsiapan terhadap ruas jalan yang rawan, Sanuludin mengatakan saat ini hampir semua ruas jalan dalam Provinsi Bengkulu, rawan. Seperti rawan longsor dan rawan lainnya. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait menganai persiapan mengahadapi ruas jalan rawan tersebut. “Sekarang hampir semua jalan rawan, tapi yang perlu diprioritaskan adalah jalan yang menghubung Kota Bengkulu – Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu – Kabupaten Mukomuko. Karena menurutnya, Bengkulu-Kepahiang jalannya melewati gunung jika diguyur hujan maka kemungkinan akan terjadi longsor. Hal serupa kemungkinan juga akan terjadi pada ruas jalan Bengkulu-Mukomuko, karena jalan ini menyisiri pinggir pantai bahkan ada sebagian jalan yang hampir longsor jatuh ke dalam laut. “Nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar jalan rawan tersebut disediakan berbagai alat, seperti sinso untuk memotong pohon kayu yang roboh dan alat berat untuk menangani jika ada jalan yang ditimbun material longsor,” paparnya. (400)