Target Saber Pungli Jangan Hanya OTT

EKO/Bengkulu EkspressSekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT membuka Rapat Kerja (Raker) Satgas Saber Pungli di Ruang Pola Pemprov Bengkulu, Kamis (18/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Hadirnya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) diminta tidak hanya menargetkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS).  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, keberadaan Saber Pungli harus bisa melakukan upaya pencegahan sehingga pungli di instansi pemerintah tidak lagi terjadi. “Kinerja Saber Pungli itu bukan hanya targetnya OTT, tapi untuk melakukan pecegahan,” terang Nopian usai membuka Rapat Kerja (Raker) Satgas Saber Pungli di Ruang Pola Pemprov Bengkulu, kemarin (18/7).

Dikatakannya, untuk OTT pungli itu mudah dilakukan. Tapi yang paling penting saat ini ialah pencegahan. Ketika semua pelayanan publik sadar bawah pungli tersebut akan merusak kinerja birokrasi, maka pungli tidak akan terjadi kembali. “OTT itu mudah, apakah dengan OTT akan menyelesaikan masalah, belum tentu. Dibutuhkan pencerahan dan pecegahan,” ungkapnya.

Karena hadirnya Saber Pungli sendiri, menurut Nopian juga bisa berdampak dengan hadirnya pelayanan publik yang baik, cepat serta memuaskan masyarakat.“Itu yang kita harapkan secara bersama,” tambah Nopian. Untuk itu, Nopian meminta kepada semua OPD, baik provinsi, kabupaten dan kota untuk sama-sama berkomitmen tolak pungli. Layanilah masyarakat dengan sesuai standar, tanpa harus ada embel-embel apapun. Karenan PNS itu digaji dari uang masyarakat, maka masyarakat wajib mendapatkan pelayanan secara maksimal.“Jadi layanilah sesuai SOP, bukan cepat dan lambat tergantung pada pungutan,” tegasnya.

Tidak hanya dari PNS-nya, dari masyarakat yang memberikan suap juga harus bisa sadar diri untuk tidak melakukannya. Jika kedua belah pihak ini bisa sama-sama sadar, maka pungli tersebut tidak akan lagi terjadi.  “Kalau masyarakat sadar , sama-sama sadar untuk tidak memberikan apapun, tidak akan terjadi. Jangan yang salah petugas saja, yang minta layanan juga inisiatif tidak memberikan apapun. Yakinlah itu bukan yang benar,” tandas Nopian. (151)