Target PBB P2 Rp 947,1 Juta 5.070 SPPT Dibagikan

pembagian sppt PBB P2
ASRI/Bengkulu Ekspress
HADIR; Para kepala Desa menghadiri penyerahan SPPT PBB P2 di aula DPKAD, Selasa (31/7).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Badan pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Bengkulu Selatan (BS) sudah selesai melakukan pencetakan surat pemberitauan pajak terhutang (SPPT) pajak bumi dan bangunan (PBB) Pedesaan perkotaan (P2). Tahun ini pemerimaan PBB P2 ditargetkan meningkat dari tahun lalu.

“ Tahun ini target penerimaan PBB P2 sebesar Rp 946,1 juta,” kata kepala BPKAD Bengkulu Selatan, H Sepuan Yunir SSos Msi usai penyerahan secara simbolis SPPT kepada perwakilan Kecamatan di aula BPKAD Bengkulu Selatan, Selasa (31/7).

Sepuan mengatakan, pada tahun ini jumlah SPPT sebanyak 50.070 lembar. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yakni hanya 49.285 lembar. Tahun ini jumlah SPPT bertambah 785 lembar.

“SPPT tahun ini bertambah 785 lembar dari tahun lalu,”ujarnya. Dengan target PAD PBB P2 sebesar Rp 947,1 juta pada tahun ini, Sepuan mengimbau agar semua petugas dapat bekerja maksimal, sehingga target tersebut tercapai.  Dirinya juga berharap, semua wajib pajak dapat menyadari akan pentingnya melunasi PBBP2. Sebab sumber dana pembangunan paling besar bersumber dari sektor pajak.

“Mari kita taat bayar Pajak, sehingga target yang sudah ditetapkan tercapai,” harap Sepuan.

Asisten 2 Bupati Bengkulu Selatan, Novman Ahmad Ali SE mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM saat penyerahan SPPT kepada wajib pajak, mengharapkan agar pihak terkait secepatnya menyerahkan SPPT yang sudah dibagikan kepada penerimanya. Sehingga mereka dapat segera membayarnya. Terlebih lagi mulai hari ini sudah bulan Desember. Waktu pembayaran PBB P2 tidak lama lagi.



“Setelah SPPT dibagikan, segera sampaikan ke pemiliknya agar mereka dapat segera melunasinya,” ujarnya.

Disamping itu juga, dirinya berharap wajib pajak dapat membayarnya tepat waktu. Pasalnya jika terlambat, yang bersangkutan akan dikenakan denda. Sehingga beban pembayaran PBB P2 nya akan semakin membesar. “Bayarlah PBB P2 tepat waktu, jangan sampai telat,” harap Novman Ahmad Ali SE. (369)