Target 1.800 Ekor Sapi Bunting

Sapi
SUNTIK: Dokter hewan Dispertan Kaur saat melalukan penyuntikan program Upsus Siwab sapi warga Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan, Rabu (17/5). (Foto IRUL/BE).

 BINTUHAN,BE– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Kaur berkomitmen mendukung program nasional Upaya Khusus Sapi Indukkan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2017. Untuk itu, dalam rangka mendukung program tersebut, Dispertan Kaur memberi target inseminasi buatan alias kawin suntik bagi 1.800 ekor sapi betina produktif pada 2017 ini.

“Dari target 1.800 sapi yang dilakukan inseminasi buatan tersebut, yang sudah dilakukan penyuntikan sekitar 200 ekor sapi yang terjadi kebuntingan,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Kaur Nasrul Rahman S hut didampingi Kabid Peternakan Didi Yanipi S Hut melalui Kasi Hewan dr Rahmad Fajar saat melalukan Upsus Siwab di Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (17/5).

Dikatakannya, kegiatan Upsus Siwab sasarannya semua sapi betina siap bunting, yang berumur 2-8 tahun dan belum bunting. Dimana keuntungan mengikuti Upsus Siwab akan mendapatkan pelayanan Kawin Suntik (IB), mendapatkan suplemen, penganan dan pengobatan terhadap sapi yang mengalami gangguan dan semua pelayanan yang diberikan secara gratis.

“Upsus Siwab ini hanya untuk sapi betina, dan kalau untuk sapi jantan dan masih kecil kita hanya berikan vaksin Septicemia epizootica (SE) saja, dan ini semuanya gratis dan hari ini sudah 30 ekor sapi kita upsus siwab,” terangnya.

Ditambahkannya, proses inseminasi buatan hingga kini berjalan lancar. Program Upsus Siwab ini dilakukan secara bertahap, yakni pertama sapi betina produkti harus diperiksa kondisinya dulu apakah dalam keadaan bunting atau tidak. Jika dipastikan tidak bunting maka layak untuk dilakukan IB. Namun, katanya, sapi betina yang dapat dilakukan IB harus dalam kondisi birahi atau jika belum birahi, harus disuntikan hormon untuk merangsang hal itu terjadi. Setelah sapi bunting maka butuh waktu 8-9 bulan baru dilahirkan

“Selang waktu 28 hari setelah terjadi birahi buatan maka dilakukan pengecekan kembali atas sapi betina apakah sudah masuki masa kawin, dan kalau proses bunting gagal maka kita akan melakukan IB lagi hingga berhasil,” tandsanya.(618)