Tangkap Benur Bantuan Ditarik

foto : Ist

Bupati Minta Nelayan Tidak Tangkap Benur

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Masih maraknya penangkapan baby lobster (BL) atau benur di wilayah perairan Kaur dalam beberapa bulan terakhir terus menjadi perhatian pemerintah. Menyikapi hal ini Pemkab Kaur dalam hal ini Bupati Kaur Gusril Pausi SSos, menegaskan, Pemkab Kaur meminta nelayan menghentikan aktivitas penangkapan benur. Selain merusak ekosistem udang, juga melanggar aturan.

“Menangkap benur itu dilarang dan ini hendaknya dihentikan. Saya minta kepada nelayan yang sudah terlanjur selama ini untuk berhenti dan segera berganti profesi menangkap ikan,” kata bupati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin (10/4).

Dikatakan orang nomor satu di bumi Sease Sehijean ini, pihaknya juga akan menarik bantuan alat tangkap yang sudah diberikan bila nelayan tetap melakukan upaya penangkapan benur. Alat tangkap yang selama ini diberikan akan ditarik dan akan dipindahkan kepada orang lain, sehingga sebelum upaya tersebut dilakukan, dia meminta kesadaran nelayan untuk berhenti melakukan aktivitas penangkapan benur.



“Bisa kita pikir jika nanti anak anaknya diambil, induknya diambil, tentu ini akan membuat kepunahan. Kalau masih anakan, harganya hanya belasan ribu saja. Sedangkan kalau sudah besar mencapai ratusan bahkan jutaan, ini yang rugi nelayan sendiri,” terangnya.

Ditambahkan bupati, langkah Pemkab Kaur dalam mencegah penangkapan benur ini kembali terjadi pihaknya akan berupaya memberikan masukan dengan nelayan melalui Dinas Perikanan Kaur agar mengingatkan nelayan untuk berhenti menangkap benur. Juga pihaknya sangat mendukung upaya TNI AL yang saat ini menyapu habis alat tangkap benur yang dibuat oleh nelayan, sehingga kedepannya tak lagi dugunakan. “Kita terus mendukung penuh upaya TNI AL, dan juga kita terus mengimbau nelayan untuk berhenti jangan sampai nanti berurusan dengan hukum gara-gara benur,” pungkasnya. (618)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*