Tangkal Hoax dan Radikalisme

DONI/Bengkulu Ekspress Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd didampingi jajarannya saat memberikan penjelasan kepada para penyuluh di lingkungan Kemenag Kabupaten Kepahiang.
DONI/Bengkulu Ekspress Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd didampingi jajarannya saat memberikan penjelasan kepada para penyuluh di lingkungan Kemenag Kabupaten Kepahiang.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas Kementerian Agama ditengah-tengah masyarakat, anggota penyuluh agama diajak aktif mencegah penyebaran hoax serta paham radikal. Supaya penyebaran informasi bohong dan ajaran radikalisme dapat ditekan secara baik hingga tak terjadi di seluruh wilayah.

Pencegahan munculnya paham radikalisme ditengah masyarakat disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd, saat menggelar Sapa Penyuluh di Kabupaten Kepahiang Rabu (3/5/2018).

“Selama ini saya sudah sangat bangga dengan kinerja penyuluh, kegiatan subuh mengaji sudah jalan. Maka saya harapkan juga penyuluh dapat ikut aktif dalam pencegahan penyebaran hoax dan paham radikalisme ditengah masyarakat, jika ada yang mencurigakan silahkan lapor kekepala KUA agar dapat diteruskan keatasanya,” ungkap Bustasar.

Menurutnya, penyebaran informasi hoax sangat berbahaya sehingga harus diperangi bersama oleh seluruh pihak agar tidak terjadinya kegaduhan. “Sebagaimana saya sebelumnya juga diserang isu hoax melakukan Pungli, padahal saya tidak pernah terima uangnya. Saya harap, penyuluh juga bisa menjadi agen pencegahan dengan bisa memberikan penjelasan secara benar kepada masyarakat bila adanya penyebaran informasi hoax,” katanya.

Selain itu, penyuluh agama yang terjun langsung ketengah masyarakat ditugaskan dapat menjadi agen informasi mengenai paham-paham radikalisme. Jika mendapatkan kegiatan kelompok orang yang mencurigakan menyebarkan idiologi kekerasan segara dilaporkan keatasan.

Kegiatan sapa penyuluh sendiri jadi salah satu program di Kementerian Agama yang bertujuan meredahkan atau conter isu-isu hoax, ujaran kebencian serta paham radikal ditengah-tengah umat. Terlebih jelang tahun politik 2019, banyak kelompok yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah umat melalui ujaran kebencian. (320)