Tanggulangi Risiko Bencana

Unihaz, PMI dan JRCS Gelar Kuliah Umum

Delegasi Japan Red Cross Society (JRCS), Mr Yuki Aoki saat menyampaiakan materi tentang penangulangan risiko bencana berbasis masyarakat dalam kuliah umumdi Aula lantai 3 Gedung Rektorat Unihaz Bengkulu, kemarin (23/1).
Delegasi Japan Red Cross Society (JRCS), Mr Yuki Aoki saat menyampaiakan materi tentang penangulangan risiko bencana berbasis masyarakat dalam kuliah umumdi Aula lantai 3 Gedung Rektorat Unihaz Bengkulu, kemarin (23/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu, Palang Merah Indonesia Cabang Bengkulu bersama delegasi Japan Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang menggelar kuliah umum, Selasa (23/1).

Kegiatan yang berlangsung di Aula lantai 3 Gedung Rektorat Unihaz Bengkulu tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Unihaz Dr Edwar M.Pd, Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Bengkulu Dra Hj Zumratul Aini, dan Delegasi Japan Red Cross Society (JRCS) yakni Mr Yuki Aoki, Mr Yasuo Harada, dan Ms Ayaka Shigemori.

Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh dekan, dosen di lingkungan Unihaz dan mahasiswa Unihaz.

Kuliah Umum tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Joni Saputra SP M.Si selaku Sekretaris PMI Cabang Bengkulu, Mr Yasuo Harada dan Ms Ayaka Shigemori dari delegasi Japan Red Cross Society (JRCS).

Dalam pemaparannya, ketiga narasumber menyampaikan tentang penanggulangan risiko bencana berbasis masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana yang ada di lingkungan sekitar.

Ketika ditemui Bengkulu Ekspress, Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Bengkulu, Dra Hj Zumratul Aini menuturkan bahwa Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bengkulu membangun kerjasama dengan Palang Merah Jepang dalam program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat di tiga Kabupaten dan Kota dalam Provinsi Bengkulu.

“Program kerjasama Indonesia-Jepang yakni siaga bencana berbasis masyarakat yang merupakan program pengurangan risiko bencana terpadu berbasis masyarakat,” tuturnya.

Dijelaskan Zumratul, bentuk kerjasama dengan Jepang berupa pengurangan risiko bencana terpadu berbasis masyarakat bersama Palang Merah Jepang. Meliputi berbagai program yaitu, Program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat di Kelurahan Sumber Jaya dan menetapkan tiga wilayah kabupaten/kota seperti Kota Bengkulu, Seluma, Kaur sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

“Bengkulu dipilih karena merupakan salah satu daerah rawan bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Program ini akan berjalan selama 4 tahun dari April 2016 hingga Maret 2020 di tiga daerah yaitu Kabupaten Kaur, Seluma dan Kota Bengkulu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Dr Wdwar M.Pd dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada PMI Cabang Bengkulu dan delegasi Japan Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang yang telah berkenan untuk menggelarkan kegiatan ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dekan, dosen dan staf di lingkungan serta mahasiswa Unihaz dapat memanfaatkan betul-betul kegiatan ini tentang penangulangan risiko bencana berbasis masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami bahaya bencana alam.(cik6/prw)