Tanggapan Masyarakat PPS Nihil

SIAPKAN: Petugas KPU Lebong ketika mempersiapkan untuk pelaksanaan tes wawancara yang akan dilaksankan besok Rabu (11/03).

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Hingga senin (09/03) atau 1 hari penutupan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebong belum menerima tanggapan masyarakat bagi 598 orang calon Panita Pemungutan Suara (PPS) Lebong yang dinyatakan lulus tes tertulis.

Sebelumnya dari total 902 calon anggota PPS yang dinyatakan lulus administrasi, ada sebanyak 23 peserta yang dinyatakan gugur karena tidak mengikuti tes.

Selanjutnya dari 879 yang mengikuti tes dipilih sebanyak 6 orang (3 terpilih dan 3 orang sebagai pergantian antar waktu (PAW)). Namun jumlah tersebut tidak termasuk desa atau kelurhan yang memiliki calon kurang dari 6.

Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Lebong, Effan Lavandes mengatakan, hingga pukul 16.00 WIB  senin (09/03), tidak ada masyarakat yang memberikan tanggapan terhadap calon PPS yang telah dinyatakan lulus tes tertulis.

“Kita tunggu hingga besok (hari ini), ada atau tidak yang menyampaikan tanggapan,” sampainya, senin (09/03).

Menurutnya, jika nanti tidak ada yang ditanggapi masyarakat, maka dipastikan 598 calon PPS yang dinyatakan lulus akan kembali mengikuti tes.

Yaitu tes wawancara yang akan digelar mulai besok Rabu (11/03) yang akan digelar di kantor KPU Lebong.“Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, kita akan melaksanakannya selama 3 hari,” ujarnya
Untuk itulah, sambungnya, dengan masih adanya waktu penerimaan masa tanggapan atau masukan.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bisa menyampaikannya segera agar nantinya tidak merugikan para calon itu sendiri.

“Silahkan sampaikan tanggapan jika ada, kami akan menunggu hingga pukul 16.00 WIB besok (hari ini),” ucapnya.

Untuk proses wawancara, tambahnya, kemungkinan besar akan dibagi per desa atau kelurahan Dimana mekanismenya setiap komesioner akan mewawancarai para calon yang sebelumnya telah dibagi.

Namun peserta yang sebelumnya telah diwawanacarai 1 komisioner maka tidak akan lagi mengikuti wawancara oleh komisioner lainnya.“Mekanisme ini akan kita rapatkan kembali, apakah efektif atau tidak, mengingat calon yang akan di tes cukup banyak,” tutur Effan.(614)