Tangani Penyerobotan Lapangan Golf, Pemprov Akan Bentuk Tim

BENGKULU, BE – Meski lahan lapangan golf sudah diduduki oleh ratusan warga sejak 7 bulan lalu, bahkan sudah ada warga yang mendirikan rumah permanen di atas lahan tersebut, tidak serta merta membuat Pemerintah Provinsi Bengkulu langsung bertindak.  Pemprov akan membentuk tim terpadu dengan melibatkan BKSA Provinsi Bengkulu.
“Rabu kemarin kami sudah menggelar rapat yang diikuti Karo Umum, Karo Hukum, Dinas Kehutanan, BKSDA, Camat Kampung Melayu, Camat Gading Cempaka, Lurah Lingkar Barat dan Lurah Muara Dua. Kami membahas masalah penyerobotan aset daerah tersebut,” kata Kasat Pol PP Provinsi Bengkulu, Muhammad Ali Paman, kemarin.
Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan membentuk tim terlebih dahulu, karena untuk menyelesaikan masalah tersebut membutuhkan proses dengan melibatkan berbagai pihak.
Diakuinya, dari rapat tersebut, Camat Kampung Melayu Mitrul Ajeni menjelaskan bahwa ia telah memberikan peringatan kepada warga penyerobot melalui  pihak kelurahan dan RT setempat agar tidak menggarap tanah itu, karena tanah tersebut merupakan kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang-Pulau Baai yang masih di bawah naungan BKSDA  yang berarti bahwa tanah itu adalah milik negara.
Selain itu, warga yang menyerobot lahan lapangan golf itu pun diakuinya bukan warga sekitar, melainkan berdatangan dari berbagai daerah.   “Yang menyerobot itu adalah warga pendatang dan hingga saat ini mereka tidak pernah melapor ke pengurus RT, ke kelurahan atau ke kecamatan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat ini pihaknya kembali akan menggelar rapat untuk membentuk tim terpadu yang terdiri dari BKSDA, Satpol PP dan Polisi Kehutanan.  Tim ini akan mengidentifikasi ulang jumlah warga yang menggarap lokasi tersebut. Dan tim inilah yang nanti juga akan melakukan penertiban atau merebut kembali tanah itu dari tangan masyarakat.
“Kepada warga yang masih menggarap lahan itu untuk dapat meninggalkan tanah itu atau keluar dari lokasi lahan lapangan golf tersebut sebelum tim turun ke lapangan,” imbaunya. (400)