Tangan Beruang Madu Diamputasi

RIO/Bengkulu EkspressDIAMPUTASI: Seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) betina berumur 1 tahun yang terkena jerat babi di kawasan HPT Bukit Padas Kabupaten Seluma masih menjalani perawatan pasca operasi amputasi pada pergelangan kaki depan kanannya akibat luka jerat yang cukup parah di kantor BKSDA Bengkulu, Kamis (18/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu melakukan amputasi terhadap tangan kanan anak beruang madu (helarctos malayanus) yang terkena jerat tali nilon pemburu liar. Prosedur amputasi terpaksa dilakukan karena tangan kanan beruang berumur sekitar satu tahun tersebut sudah mengalami kematian sel dan jaringan.

Jika tidak dilakukan amputasi, prilaku satwa liar cinderung akan mengamputasi dirinya sendiri dengan cara menggigit bagian luka tersebut. Ditambah lagi potensi infeksi pada bagian luka yang bisa mengancam hidup beruang tersebut. Dikatakan drh Erni Suyanti, operasi dilakukan pada Rabu (17/7) sekitar pukul 15.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB di BKSDA Provinsi Bengkulu. “Kita melakukan amputasi bagian pergelangan tangan, jari dan telapak kita hilangkan,” jelas drh Erni, Kamis (18/7).



Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka bekas amputasi tersebut, drh Erni memperkirakan lebih kurang 3 bulan. Dengan catatan anak beruang tersebut tidak boleh stres, jangan terlalu sering berinteraksi dengan manusia. Rutin memberikan asupan nutrisi dan jangan sampai dehidrasi. “Kita baru sekali ini melakukan amputasi terhadap beruang, biasanya itu harimau. Untuk berapa lama proses penyembuhan kita perkirakan sekitar 3 bulan,” imbuhnya.

Setelah sembuh, beruang tersebut apakah akan dilepas liarkan masih akan dilakukan observasi lagi. Pola hidup beruang madu bisa dilihat dari prilaku alaminya yang senang memanjat dengan kuku. Bagian tubuh yang diamputasi termasuk bagian vital yang sering digunakan untuk memanjat. Observasi perlu dilakukan untuk mengamati seperti apa beruang tersebut menggunakan tangan kanan setelah di amputasi. Jika tidak memungkinkan untuk dilepas liarkan, kemungkinan beruang akan dipelihara untuk keperluan edukasi. “Untuk melepas liarkan kita perlu observasi dulu setelah sembuh,” jelas drh Erni.

Anak beruang tersebut terperangkap jerat tali nilon yang senagaja dipasang pemburu liar di kawasan hutan Taman Buru Semidang Bukit Kabu, tidak jauh dari Desa Puguk, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma. Dari jeratan perangkap tersebut tangan kanan beruang terlihat mengalami luka lecet.

Tim kemudian membawa anak beruang ke BKSDA Provinsi Bengkulu pada Senin (15/7) lalu. Setelah di observasi sampai Rabu (17/7), luka lecet pada tangan kanan yang dialami anak beruang sudah mengalami kematian sel dan jaringan. Sehingga diputuskan untuk melakukan amputasi untuk menyelamatkan nyawa anak beruang tersebut.(167)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*